Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 12 September 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Resmikan Museum Hatta dan Sjahrir, Jejak Perjuangan Kini Dibuka untuk Publik

tim langit 7 Sabtu, 12 September 2026 - 21:32 WIB
Fadli Zon Resmikan Museum Hatta dan Sjahrir, Jejak Perjuangan Kini Dibuka untuk Publik
LANGIT7.ID-Sukabumi; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Museum hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Lemdiklat (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan) dan Setukpa (Sekolah Pembentukan Perwira) Polri, serta Pemerintah Kota Sukabumi ini menjadi upaya nyata dalam menghidupkan kembali ruang sejarah sebagai sarana pembelajaran masyarakat sekaligus memperkuat pelindungan dan pemanfaatan warisan budaya bagi generasi masa kini dan mendatang.

Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir menyimpan jejak perjuangan dua tokoh penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia. Pada Februari 1942, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dipindahkan dari Banda Neira ke kompleks Sekolah Polisi Sukabumi sebagai tahanan politik. Meskipun berada dalam pengawasan kolonial yang ketat, dari rumah tersebut usaha, pemikiran, dan rintisan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia terus dinyalakan.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan peresmian museum bukan sekadar penanda dibukanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali ruang ingatan bangsa yang menyimpan jejak perjuangan, keteguhan hati, pemikiran, dan pengorbanan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. “Museum ini harus kita maknai sebagai lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat masyarakat, terutama generasi muda, dapat berdialog dengan sejarah,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Menurut Menbud, keberadaan museum juga penting untuk memperkenalkan para pendiri bangsa secara lebih dekat kepada generasi muda. Sejarah tidak hanya perlu dipahami melalui nama dan peristiwa yang tercantum dalam buku pelajaran, tetapi juga melalui pengalaman manusia yang menghadapi tekanan, kesepian, ketidakpastian, dan pilihan-pilihan sulit dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan. “Semoga semakin banyak masyarakat yang mengunjungi museum ini untuk belajar dan meneladani perjuangan para pahlawan kita,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Kementerian Kebudayaan terus mendorong transformasi museum agar tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan dan perlindungan koleksi sejarah. Museum diarahkan menjadi ruang edukasi, literasi, penelitian, pengarsipan, serta ruang kreatif yang relevan dan interaktif bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi dan kebijakan pengembangan museum, peningkatan infrastruktur, digitalisasi koleksi untuk memperluas akses masyarakat, serta penguatan kemitraan dan kolaborasi.

Pada 2026, Kementerian Kebudayaan melalui program revitalisasi museum, keraton, dan taman budaya telah menyelesaikan revitalisasi arsitektur fisik serta penataan interior dan kuratorial Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Penataan tersebut memperkuat penyajian sejarah kedua tokoh melalui konten yang lebih informatif dan kontekstual.

Pada bangunan utama sisi kanan, museum menyajikan linimasa perjuangan Mohammad Hatta, ruang kerja yang memuat karya tulis dan kliping koran era Jepang hingga kemerdekaan, serta peta perjalanan pengasingan Bung Hatta. Sementara pada sisi kiri, pengunjung dapat melihat linimasa Sutan Sjahrir, gramophone lagu kesukaan Sjahrir, display radio pemberitaan luar negeri, serta kearsipan surat kabar Daulat Ra’yat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyambut baik peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Pemerintah Kota Sukabumi siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan agar museum terus terawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kehadiran museum ini bukan hanya menjadi bagian penting dari sejarah Kota Sukabumi, tetapi juga ruang edukasi yang dapat memperkenalkan keteladanan para pendiri bangsa kepada generasi muda,” jelasnya.

Kepala Setukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Dirin, menyampaikan apresiasi atas revitalisasi dan peresmian museum tersebut. Menurutnya, rumah pengasingan memiliki nilai penting sebagai bagian dari sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia sehingga perlu dijaga serta dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat.

“Rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan saksi perjalanan masyarakat yang melibatkan perjuangan dan pemikiran para tokoh bangsa dalam perjalanan menuju Indonesia yang merdeka,” ujar Dirin.

Dirin berharap keberadaan museum dapat membuat masyarakat, khususnya generasi muda di Sukabumi, lebih mengenal sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Setukpa Polri juga berkomitmen menjaga dan merawat rumah bersejarah tersebut agar tetap menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.

Peresmian museum turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana; perwakilan keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir; kurator museum, Erwin Kusuma; serta para seniman dan budayawan. Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Lita Rahmiati; Penasihat Menteri Bidang Penguatan dan Pengembangan Sastra Indonesia, Taufik Ismail; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Endah Budi Heryani; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty.

Kehadiran Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir diharapkan dapat semakin mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya dan sejarah Indonesia. Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memperkuat pelindungan dan pemanfaatan warisan sejarah melalui kolaborasi, sehingga museum dapat terus hidup sebagai ruang edukasi, inspirasi, dan penguatan jati diri bangsa.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 12 September 2026
Imsak
04:23
Shubuh
04:33
Dhuhur
11:53
Ashar
15:07
Maghrib
17:54
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan