LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokemon, sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan budaya populer global. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan The Pokemon Company di Indonesia, yang disampaikan pada acara “Pokemon Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027,” di The St. Regis, Jakarta.
Salah satu bentuk kolaborasi yang dikembangkan adalah Pokemon dengan wayang. Wayang merupakan Warisan Budaya Takbenda yang telah diakui UNESCO. Dalam pengembangan kolaborasi tersebut, disampaikan jika telah dilakukan diskusi dan koordinasi dengan Pemerintah Indonesia, termasuk keterlibatan tiga kementerian.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara wayang sebagai budaya Indonesia dengan sebuah intellectual properties (IP) yang sudah mendunia, yakni Pokemon. Menurutnya kolaborasi strategis ini akan mempercepat pengenalan wayang kepada dunia.
Selanjutnya Menbud juga menyampaikan ragam jenis wayang, sesuai dengan keberagaman Indonesia yang mega diversitas. Menurutnya dalam ekspresi budaya wayang, Indonesia memiliki Wayang Jawa, Wayang Sunda, hingga Wayang Sasak. “Kemudian yang mengalami akulturasi budaya, misalnya dengan Tionghoa menjadi Wacinwa, dan Wayang Potehi. Sekarang akulturasi di era modern, dengan Pokewayang, ini adalah satu bentuk akulturasi baru,” ujar dia, Senin (14/9/2026).
Wayang menurut tidak hanya memiliki fungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan. Wayang memiliki fungsi edukatif yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. “Kementerian Kebudayaan memandang kolaborasi dan akulturasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kebudayaan yang tidak berhenti pada pelestarian, tetapi juga membuka ruang pengembangan dan pemanfaatan budaya. Ekosistem tersebut mencakup sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai bagian dari hilirisasi kebudayaan,” jelas Menbud.
Wakil Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, pada kesempatan yang sama menyampaikan pemanfaatan ekonomi kreatif sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus sebagai bagian dari upaya membawa produk dan kekayaan budaya Indonesia ke ruang global. “Ini merupakan satu kebanggaan buat kita. Karena bagaimana kita bisa menggunakan ekonomi kreatif untuk melestarikan dan mengekspor kebudayaan kita, agar seluruh dunia tahu mengenai kearifan lokal dan kebudayaan Indonesia,” jelasnya.
Sedangkan Susumu Fukunaga, selaku Corporate Officer of Pokemon Company, menyampaikan jika Pokemon Indonesia juga sebelumnya telah melakukan kolaborasi bersama dengan batik yang diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO. “Kami punya misi ingin menyampaikan budaya Indonesia dan dunia Pokemon, kepada anak-anak di Indonesia,” jelasnya.
Kolaborasi Pokemon dan wayang selanjutnya akan diperkenalkan melalui World Conference of Creative Economy (WCCE) yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 mendatang. Pada kegiatan tersebut, untuk pertama kalinya, Pokemon akan menampilkan panggung Pokewayang. Selain sebagai showcase utama WCCE, panggung tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan pertemuan budaya tradisional Indonesia dan budaya populer dunia kepada publik yang lebih luas.
Turut hadir pada kesempatan ini yakni Duta Besar Kerajaan Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi; Senior Director of Pokemon Company, Daisuke Kobayashi; Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfataan dan Pembinaan Kebudayaan, Judi Wahjudin; serta Direktur Pengembangan Budaya Digital, Insan Abdirrohman.
Kementerian Kebudayaan mendukung pengembangan kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan dalam ruang kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Pertemuan antara warisan budaya dan budaya populer melalui Pokewayang diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda, sekaligus media promosi budaya Indonesia di tingkat global.
(lam)