LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka Pagelaran Budaya Bawomataluo Expo IV Tahun 2026
Gema Budaya Hilifamaedodano yang mengusung tema "Semangat Baru, Warisan Tetap Lestari" di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara. Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya masyarakat Nias sekaligus memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya sebagai identitas bangsa.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa Desa Bawomataluo merupakan warisan budaya yang memiliki keunikan luar biasa karena tradisi megalitiknya masih hidup dan terus dijalankan oleh masyarakat hingga saat ini. Menurutnya, desa adat tersebut merupakan contoh nyata
living heritage yang perlu terus dijaga serta diperkenalkan kepada dunia.
"Apa yang ada di sini sangat unik. Budaya megalitik yang hidup hingga sekarang merupakan warisan budaya turun-temurun yang harus kita jaga bersama," ungkap Menbud dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Menbud juga menyampaikan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendorong pengusulan Desa Bawomataluo sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Menurutnya, keunikan desa adat tersebut menjadi modal penting untuk memperoleh pengakuan internasional meskipun prosesnya memerlukan tahapan yang panjang. Beliau menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon menilai penyelenggaraan Bawomataluo Expo harus terus dikembangkan sebagai panggung budaya tahunan yang memperkuat peran seniman, budayawan, dan komunitas lokal. Festival ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi budaya melalui penguatan ekosistem seni, ukiran, musik tradisional, serta berbagai ekspresi budaya lainnya sekaligus menjadi ruang regenerasi pelaku budaya dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi Nias.
"Saya berharap
Gema Budaya Hilifamaedodano berkembang menjadi panggung budaya tahunan yang besar, memperkuat pelestarian budaya, sekaligus menjadikan Desa Bawomataluo semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Bawomataluo Expo merupakan upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya leluhur sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di daerah. Sokhiatulo juga berharap dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap proses pengajuan Desa Bawomataluo sebagai Warisan Dunia UNESCO dapat terus diperkuat. "Kami berharap kehadiran Bapak Menteri Kebudayaan memberikan dampak positif bagi pemajuan kebudayaan di Kabupaten Nias Selatan serta mendukung terwujudnya Desa Bawomataluo sebagai Warisan Dunia UNESCO," ujarnya.
Desa Bawomataluo merupakan salah satu desa adat paling terkenal di Kepulauan Nias yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Desa ini dikenal dengan deretan rumah adat Omo Hada, tradisi Fahombo atau lompat batu, peninggalan budaya megalitik berupa batu-batu upacara, serta berbagai tradisi yang masih dipraktikkan oleh masyarakat hingga kini. Melalui Bawomataluo Expo IV, masyarakat dan wisatawan disuguhkan berbagai pertunjukan seni budaya, tari tradisional, atraksi lompat batu, pameran kerajinan, serta kegiatan budaya lainnya yang mencerminkan kekayaan tradisi Nias.
Pada kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon juga menerima penganugerahan gelar adat dari Lembaga Adat Bawomataluo dengan gelar "Tuha Sanora Sihono" sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan komitmennya dalam pelindungan, pengembangan, dan pelestarian warisan budaya Nusantara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nakhe; serta para seniman dan budayawan. Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam acara, antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatra Utara, Sukronedi.
Menutup sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan budaya Nias. Beliau juga berharap penyelenggaraan Bawomataluo Expo dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang dengan dukungan yang semakin luas. "Mari kita bergotong royong melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya serta tradisi yang luar biasa ini agar menjadi sumber inspirasi, kebanggaan, dan kekuatan bagi bangsa Indonesia," tutup Menbud.
(lam)