Wapres Dukung Menkeu Tindak Tegas Pejabat Pamer Gaya Hidup Mewah
Muhajirin
Ahad, 26 Februari 2023 - 04:00 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Maruf Amin (Foto: Istimewa)
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendukung upaya tegas yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam menyikapi pamer gaya hidup mewah jajarannya.
Sehingga,diharapkantidak terulang kembali seorang pegawai kementrian keuangan melakukan gaya hidup mewah di masa depan.
“Saya kira tindakan Bu Menteri (Keuangan itu sudah benar, ya kalau ada pejabat yang memamerkan hidup hedonis itu perlu diingatkan ya,” ujar Wapres Ma’ruf Amin melalui siaran pers yang diterima pada Jumat (24/2/2023).
Baca Juga:Wapres Dukung Pembangunan Pusat Pendidikan di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara
Peristiwa pamer gaya hidup mewah itu, lanjut Wapres bisa berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan publik pada kinerja Kementerian Keuangan. Khususnya, dalam hal taat bayar pajak yang tengah gencar digaungkan oleh Kementerian Keuangan pada beberapa waktu mendatang.
Meskipun demikian, tindakan pamer gaya hidup mewah tersebut, hanya dilakukan oleh segelintir oknum pada lingkungan kerja Kementerian Keuangan.
“Kepercayaan masyarakat itu penting. Karena itu kalau ada (pejabat bergaya hidup mewah), tindakan Bu Menteri tepat sekali,” tambahnya.
Sehingga,diharapkantidak terulang kembali seorang pegawai kementrian keuangan melakukan gaya hidup mewah di masa depan.
“Saya kira tindakan Bu Menteri (Keuangan itu sudah benar, ya kalau ada pejabat yang memamerkan hidup hedonis itu perlu diingatkan ya,” ujar Wapres Ma’ruf Amin melalui siaran pers yang diterima pada Jumat (24/2/2023).
Baca Juga:Wapres Dukung Pembangunan Pusat Pendidikan di Titik Nol Peradaban Islam Nusantara
Peristiwa pamer gaya hidup mewah itu, lanjut Wapres bisa berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan publik pada kinerja Kementerian Keuangan. Khususnya, dalam hal taat bayar pajak yang tengah gencar digaungkan oleh Kementerian Keuangan pada beberapa waktu mendatang.
Meskipun demikian, tindakan pamer gaya hidup mewah tersebut, hanya dilakukan oleh segelintir oknum pada lingkungan kerja Kementerian Keuangan.
“Kepercayaan masyarakat itu penting. Karena itu kalau ada (pejabat bergaya hidup mewah), tindakan Bu Menteri tepat sekali,” tambahnya.