home lifestyle muslim

Larangan Tidur setelah Ashar dan Kisah Orang yang Dianggap Gila

Kamis, 26 Agustus 2021 - 17:30 WIB
Tidur di sore hari. (Foto: Unsplash).
Salah satu waktu yang dilarang tidur yakni setelah ashar, kecuali ada udzur tertentu, sehingga membuat seseorang harus beristirahat, semisal efek mengantuk akibat minum obat karena sedang sakit.

Sebab tidur setelah ashar diyakini erisiko mengurangi daya aktif akal pelakunya. Acuannya yakni hadist yang berbunyi: "Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri." (HR Ad-Dailami).

Para ulama memang menghukumi hadist di atas sebagai hadist dhaif. Namun masih relevan dalam konteks fadlail al-a'mal (perbuatan keutamaan), sehingga tetap diambil sebagai acuan setiap perbuatan ummat Islam.

Baca Juga: Lakukan Hal Ini Jika Mendapati Waktu Maghrib di Perjalanan

Kondisi ini pernah dirasakan sebagian orang yang tidur di waktu sore atau setelah ashar. Misal, ketika bangun merasa linglung (bingung), apakah sore atau pagi hari, sehingga langsung bergegas siap-siap bekerja atau menjalani aktivitas hariannya.

Para orang tua (zaman dulu) meyakini kondisi linglung ini disebabkan karena tidur di sore hari setelah ashar. Kepercayaan ini seolah menegaskan hadist yang diriwayatkan Ad-Dailami tersebut.

Melansir NU Online, pernah ada seseorang yang tak percaya dengan penjelasan seorang pendakwah tentang risiko tidur setelah ashar. Akhirnya ia pun mencoba untuk tidur setelah ashar untuk membuktikannya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
shalat ashar tidur sore tidur setelah ashar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya