Madrasah Diniyah Perdana dibuka di Masjid Indonesia Tokyo
Muhajirin
Selasa, 14 Maret 2023 - 10:20 WIB
Masjid Indonesia Tokyo (foto: istimewa)
Madrasah Diniyah perdana dibuka di Masjid Indonesia Tokyo (MIT), dengan tujuan memberikan tambahan pengetahuan terkait agama Islam kepada siswa-siswi Muslim Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).
“Kami coba memberikan tambahan pengetahuan kepada murid-murid dari Sekolah Republik Indonesia Tokyo, khususnya yang Muslim untuk mendapatkan kegiatan tambahan keagamaan yang lebih daripada sekolah biasa,” kata Pembina Madrasah Diniyah MIT Zahrul Muttaqin, melansir Antara, Selasa (14/3/2023).
Zahrul menuturkan pembukaan Madrasah Diniyah yang bertajuk Madin at SRIT sejak Oktober 2022 itu dilatarbelakangi kerisauan para orang tua murid SRIT yang menginginkan anak-anaknya mendapat pengetahuan dan kegiatan keagamaan tambahan, khususnya Islam, seperti di Indonesia.
Baca Juga:Kemenag Salurkan Bantuan Rp13,2 Miliar untuk 64 Madrasah Terdampak Gempa Cianjur
Sementara itu, lanjut dia, terdapat MIT yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pembelajaran tersebut. Ide tersebut berlanjut dengan mendatangkan ustaz yang juga seorang hafidz dari Al Hikam, Depok, Jawa Barat, untuk membantu menyusun kurikulum.
“Kami coba untuk mengambil kurikulum Madrasah Diniyah yang ada di sana, kemudian diadaptasi dengan keterbatasan waktu dan sumber daya yang ada di sini. Kami juga dibantu oleh guru-guru dari SRIT, terutama guru agama. Kami berharap akan lebih baik lagi, sedikit demi sedikit dan mudah-mudahan menjadi Madrasah Diniyah yang sesuai kurikulum yang ada di Indonesia,” katanya.
Sebab masih terbatas, Madin at SRIT saat ini baru menerima siswa-siswi dari SRIT dan jam pelajarannya disesuaikan dengan jadwal di sekolah tersebut, yaitu sepulang sekolah dengan durasi belajar satu hingga 1,5 jam.
“Kami coba memberikan tambahan pengetahuan kepada murid-murid dari Sekolah Republik Indonesia Tokyo, khususnya yang Muslim untuk mendapatkan kegiatan tambahan keagamaan yang lebih daripada sekolah biasa,” kata Pembina Madrasah Diniyah MIT Zahrul Muttaqin, melansir Antara, Selasa (14/3/2023).
Zahrul menuturkan pembukaan Madrasah Diniyah yang bertajuk Madin at SRIT sejak Oktober 2022 itu dilatarbelakangi kerisauan para orang tua murid SRIT yang menginginkan anak-anaknya mendapat pengetahuan dan kegiatan keagamaan tambahan, khususnya Islam, seperti di Indonesia.
Baca Juga:Kemenag Salurkan Bantuan Rp13,2 Miliar untuk 64 Madrasah Terdampak Gempa Cianjur
Sementara itu, lanjut dia, terdapat MIT yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pembelajaran tersebut. Ide tersebut berlanjut dengan mendatangkan ustaz yang juga seorang hafidz dari Al Hikam, Depok, Jawa Barat, untuk membantu menyusun kurikulum.
“Kami coba untuk mengambil kurikulum Madrasah Diniyah yang ada di sana, kemudian diadaptasi dengan keterbatasan waktu dan sumber daya yang ada di sini. Kami juga dibantu oleh guru-guru dari SRIT, terutama guru agama. Kami berharap akan lebih baik lagi, sedikit demi sedikit dan mudah-mudahan menjadi Madrasah Diniyah yang sesuai kurikulum yang ada di Indonesia,” katanya.
Sebab masih terbatas, Madin at SRIT saat ini baru menerima siswa-siswi dari SRIT dan jam pelajarannya disesuaikan dengan jadwal di sekolah tersebut, yaitu sepulang sekolah dengan durasi belajar satu hingga 1,5 jam.