Ekskavasi Keraton Pleret Temukan Saluran Air Kuno dalam Benteng
Fajar adhitya
Rabu, 15 Maret 2023 - 10:25 WIB
Arkeolog menemukan saluran air atau paralon kuno era Raja Amangkurat di Keraton Pleret, area dari pengembangan Museum Pleret. (Foto: Humas Pemda DIY)
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Seksi Pemeliharaan Warisan Budaya Benda, Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya dan Seksi Museum telah menyelesaikan ekskavasi atau penggalian arkeologis benteng sisi barat yang disebut Kedaton IV di Situs Keraton Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul.
Tenaga Ahli Ekskavasi Danang Indra Prayudha mengatakan, dalam ekskavasi Kedaton IV mendekat hari terakhir, tepat pada Kamis (8/3), justru ditemukan saluran air tanah liat kuno di penggal benteng sisi barat Keraton Pleret. Saluran air kuno yang terbuat dari tanah liat itu, oleh masyarakat setempat disebut plempem atau riul.
"Ini temuan yang baru pertama dan unik karena ada saluran air, kami menduga ini satu periode namun masih perlu dibuktikan. Tetapi sementara ini adalah bagian dari benteng karena kemiringannya sama (10 derajat), dan bagian menyatu antara benteng dengan saluran airnya," kata Danang dikutip dari keterangan resmi Pemda DIY, Rabu (15/3/2023).
Baca Juga:Makam Mahligai di Tapanuli, Jejak Islam Nusantara Sejak Era Kekhalifahan
Danang mengungkapkan, ada delapan plempem kuno yang ditemukan di area ekskavasi Kedaton IV. Masing-masing plempem tersebut mempunyai panjang sekitar 62 sentimeter (cm) hingga 66 cm, dan berdiameter 35 cm.
Berdasarkan hipotesis, Danang menyebut benteng ini mempunyai saluran dari dalam keluar yang berhenti di mulut benteng sisi dalam. Dalam benteng saluran tersebut digantikan dengan bata putih yang ditumpuk bata merah, hingga keluar benteng ada mulut saluran.
Namun, saluran air kuno yang ditemukan tersebut masih akan diidentifikasi lebih lanjut. Terutama terkait fungsinya untuk memastikan apakah saluran tersebut merupakan saluran pembuangan air atau saluran air bersih.
Tenaga Ahli Ekskavasi Danang Indra Prayudha mengatakan, dalam ekskavasi Kedaton IV mendekat hari terakhir, tepat pada Kamis (8/3), justru ditemukan saluran air tanah liat kuno di penggal benteng sisi barat Keraton Pleret. Saluran air kuno yang terbuat dari tanah liat itu, oleh masyarakat setempat disebut plempem atau riul.
"Ini temuan yang baru pertama dan unik karena ada saluran air, kami menduga ini satu periode namun masih perlu dibuktikan. Tetapi sementara ini adalah bagian dari benteng karena kemiringannya sama (10 derajat), dan bagian menyatu antara benteng dengan saluran airnya," kata Danang dikutip dari keterangan resmi Pemda DIY, Rabu (15/3/2023).
Baca Juga:Makam Mahligai di Tapanuli, Jejak Islam Nusantara Sejak Era Kekhalifahan
Danang mengungkapkan, ada delapan plempem kuno yang ditemukan di area ekskavasi Kedaton IV. Masing-masing plempem tersebut mempunyai panjang sekitar 62 sentimeter (cm) hingga 66 cm, dan berdiameter 35 cm.
Berdasarkan hipotesis, Danang menyebut benteng ini mempunyai saluran dari dalam keluar yang berhenti di mulut benteng sisi dalam. Dalam benteng saluran tersebut digantikan dengan bata putih yang ditumpuk bata merah, hingga keluar benteng ada mulut saluran.
Namun, saluran air kuno yang ditemukan tersebut masih akan diidentifikasi lebih lanjut. Terutama terkait fungsinya untuk memastikan apakah saluran tersebut merupakan saluran pembuangan air atau saluran air bersih.