home global news

Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp5.000, PKS: Petani Masih Rugi

Sabtu, 18 Maret 2023 - 10:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan, Riyono, turut menyoroti penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.250-Rp4.650. Dia menilai harga tersebut masih berpotensi merugikan petani, terlebih saat ini sedang memasuki masa panen raya.

Menurut Riyono, keputusan pemerintah menaikkan HPP gabah di tingkat petani masih mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 24 tahun 2020. Permendag tersebut diklaim Riyono menyebabkan HPP tidak naik dalam tiga tahun ini.

"Permendag 24/2020 masih di pakai untuk 2023. Apa adil ini? Apa berpihak kepada petani? Jelas-jelas tidak berpihak kepada petani," kata Riyono dalam keterangannya dikutip dari laman PKS, Sabtu (18/3/2023).

Baca Juga:Pemerintah Naikkan HPP Gabah Kering dan HET Beras Premium

Riyono menilai, HPP baru tersebut masih rawan merugikan petani-petani kecil. Oleh karena itu, Riyono menyatakan PKS mengusulkan HPP minimum Rp5.677.

"Harga yang langsung dinikmati petani-petani kecil adalah GKP. Kalau sebelumnya Rp4.560 dan sekarang Rp5.000, menurut saya petani masih rawan rugi dari sisi biaya produksi," ujar Riyono.

"Harusnya seperti usulan PKS, minimal 5.677. Dengan harapan petani bisa untung kisaran Rp500-700 per kg GKP," tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
petani pks hpp gabah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya