Mendag Berencana Impor Beras 500 Ribu Ton, Legislator Ingatkan Musim Panen Raya
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 19 Maret 2023 - 08:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Anggota DPR RI Fraksi PKS Slamet, mengkritik keras pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan terkait rencana impor beras 500.000 ton pada tahun 2023 ini. Wacana tersebut berpotensi membuat gejolak harga beras dalam negeri yang saat ini sedang memasuki masa panen raya.
Menurut Slamet, apa yang disampaikan Mendag hanya membuat banyak spekulan di lapangan yang akan memanfaatkan momen untuk membeli gabah petani dengan harga murah. Meskipun di satu sisi Mendag menyatakan hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga beras dan menajga stok CBP Bulog.
Baca Juga:Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp5.000, PKS: Petani Masih Rugi
"Saya terus terang tidak habis pikir apa yang disampikan oleh Mendag. Saat ini petani kita sedang panen raya, dengan adanya isu impor tersebut dikhawatirkan akan menekan harga gabah hingga titik terendah," katanya di Jakarta, Sabtu (18/3/2023).
Slamet yang juga Ketua umum Rumah Petani Nelayan Nusantara (RPNN) itu meminta pemerintah tidak membuat gaduh dengan melempar isu impor disaat petani sedang musim panen raya.
Dia menilai, importasi beras bukanlah solusi untuk menekan harga. Terlebih, pada bulan November 2022 hingga Februari 2023, pemerintah sudah mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dengan alasan yang sama yaitu untuk menekan harga beras di pasaran.
Baca Juga:Pemerintah Naikkan HPP Gabah Kering dan HET Beras Premium
Menurut Slamet, apa yang disampaikan Mendag hanya membuat banyak spekulan di lapangan yang akan memanfaatkan momen untuk membeli gabah petani dengan harga murah. Meskipun di satu sisi Mendag menyatakan hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga beras dan menajga stok CBP Bulog.
Baca Juga:Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp5.000, PKS: Petani Masih Rugi
"Saya terus terang tidak habis pikir apa yang disampikan oleh Mendag. Saat ini petani kita sedang panen raya, dengan adanya isu impor tersebut dikhawatirkan akan menekan harga gabah hingga titik terendah," katanya di Jakarta, Sabtu (18/3/2023).
Slamet yang juga Ketua umum Rumah Petani Nelayan Nusantara (RPNN) itu meminta pemerintah tidak membuat gaduh dengan melempar isu impor disaat petani sedang musim panen raya.
Dia menilai, importasi beras bukanlah solusi untuk menekan harga. Terlebih, pada bulan November 2022 hingga Februari 2023, pemerintah sudah mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dengan alasan yang sama yaitu untuk menekan harga beras di pasaran.
Baca Juga:Pemerintah Naikkan HPP Gabah Kering dan HET Beras Premium