home wirausaha syariah

Manajemen Keuangan UMKM di Tengah Pandemi ala Radja Cendol

Kamis, 08 Juli 2021 - 19:25 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
CEO PT Warisan Kuliner Indonesia, Danu Sofwan berbagi cerita bagaimana ia mengembangkan kerajaan bisnsinya. Semua bermula dari ide yang unik, rencana yang matang, dan eksekusi yang mantap.

Menurutnya, modal bukan faktor utama penghambat untuk memulai berbisnis. Saat pertama kali merintis usaha kuliner Radja Cendol, Danu mengungkapkan memulai usahanya dari modal Rp300 ribu.

"Bikin satu gerobak butuh dana sekitar Rp5 juta, tapi uang saya hanya Rp300 ribu saat itu," ujarnya dalam Microfinance Online Class, Sukses Pemasaran Online baru-baru ini, dipantau pada Kamis (8/7/2021).

Danu lantas memutar uang itu agar mencukupi untuk membeli gerobak. “Dulu awal-awal saya jualan kaos kaki. Satu kaos kaki saya jual Rp6.000, saya putar uangnya sampai kekumpul Rp500 ribu saya DP gerobak," imbuhnya.

"Jadi saya bikin satu outlet ini butuh waktu 6 bulan, jadi butuh cukup waktu lama sekalian preparation," tuturnya lagi.

Persiapan matang, menurutnya, adalah kunci utama untuk memulai usaha. Kepada calon wirausahawan, ia berpesan agar terjun langsung, bertindak maksimal mengasuh dan membesarkan bisnisnya.

Selain itu, wirausahawan juga harus disiplin, baik dalam hal manajemen maupun pengelolaan keuangan. Jangan memakai uang hasil penjualan untuk keperluan pribadi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wirausaha syariah umkm manajemen keuangan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya