LANGIT7.ID, Jakarta - CEO PT Warisan Kuliner Indonesia, Danu Sofwan berbagi cerita bagaimana ia mengembangkan kerajaan bisnsinya. Semua bermula dari ide yang unik, rencana yang matang, dan eksekusi yang mantap.
Menurutnya, modal bukan faktor utama penghambat untuk memulai berbisnis. Saat pertama kali merintis usaha kuliner Radja Cendol, Danu mengungkapkan memulai usahanya dari modal Rp300 ribu.
"Bikin satu gerobak butuh dana sekitar Rp5 juta, tapi uang saya hanya Rp300 ribu saat itu," ujarnya dalam Microfinance Online Class, Sukses Pemasaran Online baru-baru ini, dipantau pada Kamis (8/7/2021).
Danu lantas memutar uang itu agar mencukupi untuk membeli gerobak. “Dulu awal-awal saya jualan kaos kaki. Satu kaos kaki saya jual Rp6.000, saya putar uangnya sampai kekumpul Rp500 ribu saya DP gerobak," imbuhnya.
"Jadi saya bikin satu outlet ini butuh waktu 6 bulan, jadi butuh cukup waktu lama sekalian preparation," tuturnya lagi.
Persiapan matang, menurutnya, adalah kunci utama untuk memulai usaha. Kepada calon wirausahawan, ia berpesan agar terjun langsung, bertindak maksimal mengasuh dan membesarkan bisnisnya.
Selain itu, wirausahawan juga harus disiplin, baik dalam hal manajemen maupun pengelolaan keuangan. Jangan memakai uang hasil penjualan untuk keperluan pribadi.
"Dalam jangka waktu 1,5 tahun kami Radja Cendol bisa beli ruko tiga lantai secara
cash. Jadi benar-benar saya pikirin finansial, saya
enggak mau pakai hasil uang perusahaan untuk hal pribadi, bahkan untuk makan.”
"
Nah kebanyakan UMKM kurang disiplin, masih campur-campur uang pribadi sama uang usaha. Terapkan konsep gaji pada diri sendiri layaknya karyawan lain,” katanya.
Saat awal-awal membangun, Danu menerapkan gaji Rp500 ribu per bulan untuk dirinya sendiri. bila ingin kenaikan gaji, maka ia harus menggenjot omsetnya lebih tinggi lagi. Kemudian, dalam dunia bisnis, konsep merupakan hal yang paling fundamental.
Calon wirausahawan dituntut kreatif dalam merancang konsep produk, penjualan, hingga skema bisnis. "Ketika Radja Cendol kita buat struktur konsep manajemennya, saya buat kerajaan. Mitra kita sebut panglima, yang jaga prajurit, tempat jualan teritorial perang. Macam-macam,” tuturnya.
(jak)