LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya penguatan program pemberdayaan ZChicken agar usaha yang telah dijalankan para mustahik tidak berhenti di tengah jalan dan terus berkembang secara produktif.
Pesan tersebut mengemuka saat BAZNAS RI menerima audiensi Sarana Bina Nusantara (Sabana) Foundation di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Pertemuan itu membahas peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ZChicken melalui penguatan branding, pendampingan usaha, hingga pengembangan sistem monitoring berbasis data.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menilai penguatan sistem menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program pemberdayaan yang telah disalurkan kepada mustahik.
"Jadi, dengan penguatan, insyaallah program ini tidak membasi, bahkan berkembang. Sebab kalau tidak berkembang, mati, jadi membasi ya," jelas Sodik Mudjahid yang turut menghadiri audiensi tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, penjajakan kolaborasi dengan Sabana Foundation menjadi momentum penting untuk mendorong modernisasi pengelolaan program sekaligus memastikan usaha ZChicken milik mustahik dapat tumbuh secara berkelanjutan.
BAZNAS juga membuka peluang penggunaan skema pendanaan yang dinilai lebih efektif selama mampu menjamin keberlangsungan usaha para penerima manfaat.
"Bisa jadi ada dana-dana yang lebih murah tapi kemudian mati, tapi ada dana yang mungkin ada tambahan, tapi ada jaminan kelangsungan, tinggal tadi cari solusinya bagaimana," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sabana Foundation memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan difokuskan pada penguatan merek, pendampingan usaha secara intensif, hingga digitalisasi manajemen rantai pasok untuk meningkatkan daya saing usaha ZChicken.
CEO Sabana Foundation M. Haden Aulia H. mengatakan pihaknya juga mengusulkan integrasi teknologi informasi untuk memantau perkembangan usaha secara lebih akurat dan berkelanjutan.
"Bagaimana scale up-nya, mau kita up scale dari skala desainnya atau branding-nya, dan pendampingan kita, monitoring akan kita pakai teknologi IT, jadi update-nya day by day sehingga penjualan itu dari kantor pusat pun bisa melihat integrasinya," katanya.
Melalui sistem tersebut, pemantauan omzet harian dapat dilakukan secara terintegrasi. Sabana Foundation juga menawarkan pengalaman pengelolaan rantai pasok yang telah dijalankan selama 20 tahun guna membantu standardisasi mutu produk.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat mengarahkan tim teknis untuk menyusun draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar legal pelaksanaan kolaborasi ke depan.
Turut hadir dari pihak BAZNAS RI yakni Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Direktur Pendayagunaan Eka Budhi Sulistyo. Sementara dari pihak Sabana Group hadir Owner & CEO Sabana Group Syamsalis, CEO Sabana Foundation M. Haden Aulia H., CFO Sabanafood Boga Nusantara Saad Ubadah, beserta jajarannya.
(lam)