Terapi Al-Qur'an Kurangi Tingkat Kecemasan Warga Binaan Rutan Makassar
Muhajirin
Selasa, 28 Maret 2023 - 23:00 WIB
Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: LANGIT7/iStock
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan mendapatkan terapi Al-Qur'an dari Tim Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM).
BKP menggunakan Al-Qur'an sebagai alat untuk mengurangi tingkat kecemasan yang sering dialami oleh para WBP selama masa penahanan di rutan tersebut, terutama di bulan Ramadhan.
Baca juga: 5 Tips Mudah Bisa Khatam Al-Qur'an Selama Ramadhan
"Kecemasan tersebut dapat berpengaruh terhadap adaptasi pada lingkungan sosial saat ia bebas," kata Mahasiswa Psikologi UNM, Fathinah Mardhatillah, di Masjid Nurul Iman, Rutan setempat, dikutip Antara, Selasa (28/3/2023)
Program terapi dimulai dengan pre-test yang bertujuan untuk mengukur perubahan tingkat kecemasan dari masing-masing peserta terapi Alquran. Peserta diberikan kuesioner tentang psikologis mereka sebelum kegiatan dimulai.
Kemudian, dilakukan terapi berupa 'one day one juz' atau membaca dan mendengarkan Alquran satu juz setiap hari. Setelah dua minggu mengikuti kegiatan ini, ada post-test kuisioner yang sama diberikan kepada orang yang sama untuk melihat seberapa besar perubahan dari tingkat kecemasan masing-masing peserta.
Staf Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP) Rutan Makassar, Fetty Fatimah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi warga binaan karena tujuannya untuk mengurangi masalah yang mengganggu ketenangan jiwa melalui pendekatan kerohanian.
BKP menggunakan Al-Qur'an sebagai alat untuk mengurangi tingkat kecemasan yang sering dialami oleh para WBP selama masa penahanan di rutan tersebut, terutama di bulan Ramadhan.
Baca juga: 5 Tips Mudah Bisa Khatam Al-Qur'an Selama Ramadhan
"Kecemasan tersebut dapat berpengaruh terhadap adaptasi pada lingkungan sosial saat ia bebas," kata Mahasiswa Psikologi UNM, Fathinah Mardhatillah, di Masjid Nurul Iman, Rutan setempat, dikutip Antara, Selasa (28/3/2023)
Program terapi dimulai dengan pre-test yang bertujuan untuk mengukur perubahan tingkat kecemasan dari masing-masing peserta terapi Alquran. Peserta diberikan kuesioner tentang psikologis mereka sebelum kegiatan dimulai.
Kemudian, dilakukan terapi berupa 'one day one juz' atau membaca dan mendengarkan Alquran satu juz setiap hari. Setelah dua minggu mengikuti kegiatan ini, ada post-test kuisioner yang sama diberikan kepada orang yang sama untuk melihat seberapa besar perubahan dari tingkat kecemasan masing-masing peserta.
Staf Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP) Rutan Makassar, Fetty Fatimah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi warga binaan karena tujuannya untuk mengurangi masalah yang mengganggu ketenangan jiwa melalui pendekatan kerohanian.