Memaknai Keberkahan Ramadan-22
Imam Shamsi Ali
Selasa, 18 April 2023 - 07:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang informasi menjadikan relasi manusia semakin berjarak. Bahkan menimbulkan semacam paradoks dalam kehidupan. Semakin maju media informasi dan komunikasi semakin meninggi misinformasi dan miskomunikasi yang terjadi di antara manusia.
Kerenggangan komunikasi dan miskomunikasi ini bahkan terjadi di antara anggota keluarga. Dengan social media yang membooming dalam tahun-tahun terakhir, relasi dan komunikasi di antar anggota keluarga mengalami kecenderungan yang unik. Komunikasi jalan. Tapi dalam relasi terasa semakin saling berjauhan.
Bayangkan anda sedang menikmati makanan sahur bersama. Masing-masing duduk di depan meja dan menu makanan yang sama. Tapi tiada sapaan, tiada saling melirik, tiada senyuman di antara anggota keluarga. Sambil menyuapi mulut semua sibuk dengan HP dan media sosialnya masing-masing.
Di sinilah sesungguhnya Ramadan dapat membawa keberkahan besar. Bahwa di bulan Ramadan ini hendaknya dimaknai sebagai bulan perekat relasi dan pembuka komunikasi di antara anggota keluarga.
Baca juga:Memaknai Keberkahan Ramadan
Kita pahami dalam Islam bahwa Keluarga sesungguhnya adalah “seed of the society” (benih masyarakat). Bahkan sejatinya “corner stone of the society” (fondasi dari masyarakat). Soliditas relasi dan komunikasi yang terjadi di dalam rumah tangga akan menjadi jalan menuju kepada soliditas relasi dan komunikasi di antara anggota masyarakat. Sebaliknya kerenggangan komunikasi dan relasi antar anggota keluarga juga menjadi cerminan renggangnya komunikasi dan relasi antar anggota masyarakat.
Di sinilah hikmahnya kita mendapati banyak kisah komunikasi yang terjadi di antara anggota keluarga dalam Al-Quran. Karena sekali lagi komunikasi dan relasi itu menjadi cerminan komunikasi dan relasi di antara anggota masyarakat secara luas.
Kerenggangan komunikasi dan miskomunikasi ini bahkan terjadi di antara anggota keluarga. Dengan social media yang membooming dalam tahun-tahun terakhir, relasi dan komunikasi di antar anggota keluarga mengalami kecenderungan yang unik. Komunikasi jalan. Tapi dalam relasi terasa semakin saling berjauhan.
Bayangkan anda sedang menikmati makanan sahur bersama. Masing-masing duduk di depan meja dan menu makanan yang sama. Tapi tiada sapaan, tiada saling melirik, tiada senyuman di antara anggota keluarga. Sambil menyuapi mulut semua sibuk dengan HP dan media sosialnya masing-masing.
Di sinilah sesungguhnya Ramadan dapat membawa keberkahan besar. Bahwa di bulan Ramadan ini hendaknya dimaknai sebagai bulan perekat relasi dan pembuka komunikasi di antara anggota keluarga.
Baca juga:Memaknai Keberkahan Ramadan
Kita pahami dalam Islam bahwa Keluarga sesungguhnya adalah “seed of the society” (benih masyarakat). Bahkan sejatinya “corner stone of the society” (fondasi dari masyarakat). Soliditas relasi dan komunikasi yang terjadi di dalam rumah tangga akan menjadi jalan menuju kepada soliditas relasi dan komunikasi di antara anggota masyarakat. Sebaliknya kerenggangan komunikasi dan relasi antar anggota keluarga juga menjadi cerminan renggangnya komunikasi dan relasi antar anggota masyarakat.
Di sinilah hikmahnya kita mendapati banyak kisah komunikasi yang terjadi di antara anggota keluarga dalam Al-Quran. Karena sekali lagi komunikasi dan relasi itu menjadi cerminan komunikasi dan relasi di antara anggota masyarakat secara luas.