home masjid

2 Jenis Hijrah Bagi Pendosa, Tak Sekadar Pindah Fisik

Sabtu, 29 April 2023 - 13:13 WIB
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti.
Ada dua hal yang memengaruhi perbuatan dosa secara umum, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti keimanan atau ketakwaan, faktor eksternal seperti lingkungan tempat tinggal atau pergaulan seseorang.

Untuk menghindari jatuh ke dalam dosa yang sama, disarankan bagi seorang pendosa yang telah bertaubat untuk melakukan hijrah. Arti dari hijrah secara bahasa adalah berpindah dari satu tempat atau keadaan ke tempat atau keadaan yang berbeda.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menjelaskan, ada dua bentuk hijrah yang harus dilakukan oleh pendosa, yakni hijrah fisik dan hijrah spiritual. Hijrah fisik lebih kepada hal-hal yang nampak seperti lingkungan.

“Hijrah fisik itu berpindah secara fisik kita berpindah. Bisa pindah domisili atau kalau peristiwanya di kantor, pindah tempat kerja supaya tidak kembali ke (dosa) yang lama,” kata Mu’ti dalam program Kolak TvMu, dikutip Sabtu (29/4/2023).

Sementara, hijrah spiritual adalah memperkuat aspek keimanan dan ketakwaan, yakni meninggalkan semua hal yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Peningkatan iman dan takwa bisa dilakukan dengan memperbanyak ibadah. Fokus ke ibadah akan mengalihkan perhatian dari perbuatan maksiat.

Menurut Mu’ti, untuk membantu meneguhkan komitmen dalam berhijrah, termasuk menginspirasi mereka yang ingin berhijrah, maka penting masuk ke komunitas orang-orang beriman. Komunitas itu bisa berupa majelis taklim dan lain sebagainya.

“Katakanlah ada pendosa, dia merasa menyesal dengan semuanya, lalu sekarang bertaubat. Kemudian, senantiasa memberikan nasihat kepada orang tentang pengalamannya supaya yang dia lakukan itu Jangan ditiru dan itu saya kira menjadi bagian penting,” kata Mu’ti.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya