home edukasi & pesantren

Mahasiswa Unair Ciptakan Hand Sanitizer dari Lendir Bekicot

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 07:30 WIB
Lendir bekicot mengandung banyak zat bermanfaat diantaranya zat analgesik, antiseptik, dan peptida antimikroba (foto: langit7.id/istock)
Bekicot mungkin dianggap menjijikkan bagi sebagian orang. Namun siapa sangka, ternyata lendirnya memiliki kandungan antiseptik. Hal itu ditemukan oleh 5 mahasiswa Universitas Airlangga, lalu oleh mereka diolah menjadi hand sanitizer.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Johanna Tania Victory, Sefanny Nur Ramadhani, Dava Setyawan Putra, Edla Putri Humaira, dan Figo Surya Ardiyanto.

Johanna Tania Victory selaku Ketua Tim menuturkan bahwa pandemi Covid-19 memunculkan ide bagi tim untuk menciptakan produk hand sanitizer berbahan alami dan ramah lingkungan. Dan salah satu bahannya adalah lendir bekicot.

Lender bekicot mereka campur dengan ekstrak daun sirih dan tambahan aroma alami yaitu lemon, jeruk, cengkeh, dan bubuk kayu manis. Dari bahan-bahan itu muncullah hand sanitizer yang mereka sebut sebagai Liputan (Lendir Siput Hand Sanitizer).

“Antiseptik selain sebagai penyanitasi tangan, juga berguna untuk menyembuhkan luka dan merawat kulit kering. Manfaat lain dari Liputan adalah sebagai produk anti-virus, anti-bakteri, dan spektrum antibiotik,” tutur Johanna dikutip dari news.unair.ac.id, Sabtu (28/8/2021).

Selain mengandung antiseptik, komponen padalendir bekicotdiantaranya zat analgesikdan peptida antimikroba.Dengan pembuatan produk itu, diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat akan sifat bekicot yang awalnya dikenal sebagai hewan yang menjijikkan.

“Kami ingin menciptakan suatu inovasi terbaru dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan maksud utama demi menciptakan bangsa Indonesia yang kritis, maju, dan sejahtera,” jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
inovasi mahasiswa protokol kesehatan covid-19
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya