home edukasi & pesantren

Memaknai Keberkahan Ramadan- (terakhir)

Rabu, 03 Mei 2023 - 06:40 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Jumat, 21 April disepakati oleh Komunitas Muslim Amerika sebagai hari Idul Fitri. Baik yang memakai madzhab ra’yi, lokal atau global, maupun yang memilih madzhab hisab atau kalkulasi sepakat bahwa hari itu adalah awal dari bulan Syawal. Sekaligus dipahami bahwa sehari sebelumnya adalah hari terakhir Ramadan. Maka hari itu (Jumat) adalah hari perayaan Idul Fitri.

Sebagaimana penentuan awal Ramadan, penentuan akhir Ramadan juga masih menjadi obyek perdebatan. Tapi kali ini nampaknya perdebatan itu hampir tidak ada. Seingat saya tidak satupun Komunitas (masjid) di Amerika yang melakukan Idul Fitri pada hari selain Jumat.

Tapi bukan itu yang ingin saya sampaikan kali ini. Justeru karena ini adalah catatan terakhir dari Ramadan tahun ini saya ingin menyampaikan beberapa kesimpulan penting dari “lessons learnt from Ramadan” (duruus Ramadhoniyah) yang telah berlangsung selama 29 hari itu. Saya menyebutnya pelajaran karena sejatinya Ramadan adalah madrasah totalitàs bagi kita semua. Madrasah fisikal-material, madrasah intellectual, dan yang terpenting adalah madrasah spiritualitas dan khuluqiuah.

Pelajaran-pelajaran ini sekaligus menjadi poin-poin utama yang telah saya sampaikan pada khutbah Idul Fitri di daerah Jamaica Queens, New York. Menurut catatan sebagian, Idul Fitri Jamaica merupakan salah satu Idul Fitri terbesar di kota dunia ini. Sekitar 15,000 jamaah berkumpul di lapangan Sekolah Thomas Edison pagi itu.

Pelajaran-pelajaran Ramadan

Ada tujuan pelajaran penting yang saya sampaikan di khutbah Idul Fitri itu sebagai kesimpulan dari hasil madrasah Ramadhoniyah kali ini.

Pertama, bahwa Ramadan telah menjadi bulan keimanan (syahrul iman). Relasi antara puasa dan iman telah kita sampaikan beberapa waktu lalu. Yang ingin saya tekankan kali ini adalah bahwa dengan puasa Ramadan ini harusnya kita mampu mentransformasi keimanan kita dari keimanan yang “pasif” menjadi keimanan yang “aktif”. Keimanan yang sekedar kuat di “rasa dan emosi” menjadi keimanan yang solid membangun realita hidup.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
1 ramadan keberkahan imam shamsi ali bulan puasa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya