Merayakan Intelektualisme dan Kepakaran
Tim langit 7
Kamis, 04 Mei 2023 - 11:00 WIB
Plt. Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Abu Rokhmad Musaki.
Abu Rokhmad Musaki
Plt. Rektor UIN Sumatera Utara Medan
Konferensi Internasional Tahunan Studi Islam ke-22 atau AICIS XXII (Annual International Conference on Islamic Studies) digelar di Surabaya pada 2-5 Mei 2023.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang dihadiri para pakar studi Islam (ulama pesantren dan cendekiawan kampus) multidisipliner dari dalam dan luar negeri. Pembicara atau partisipannya bukannya hanya dari IAIN/ UIN, tetapi juga pesantren dan perguruan tinggi umum.
Konferensi ini mengambil tema Recontextualizing Fiqh for Equal Humanity and Sustainable Peace dengan beberapa sub tema yang sangat menarik diikuti. Tema ini sangat krusial untuk dikaji, sebab bagi muslim fiqh is everything atau everything is fiqh. Seluruh kehidupan seorang muslim dipengaruhi dan berusaha disesuaikan oleh dan dengan fiqh.
Fiqh selau menarik dikaji, baik dalam pengajian atau kajian. Pengajian dan kajian dipastikan riuh kalau yang dibahas fiqh. Fiqh pula yang dijadikan untuk menjustifikasi absah atau tidaknya ibadah atau bahkan keislaman seseorang.
Terus terang, fiqh memang membawa solusi, tetapi juga melahirkan problem. Damai atau perang dasarnya fiqh. Karena itu, fiqh peradaban (fiqh al-hadarat) yang diusung oleh PBNU menjadi masuk akal untuk suarakan.
Plt. Rektor UIN Sumatera Utara Medan
Konferensi Internasional Tahunan Studi Islam ke-22 atau AICIS XXII (Annual International Conference on Islamic Studies) digelar di Surabaya pada 2-5 Mei 2023.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang dihadiri para pakar studi Islam (ulama pesantren dan cendekiawan kampus) multidisipliner dari dalam dan luar negeri. Pembicara atau partisipannya bukannya hanya dari IAIN/ UIN, tetapi juga pesantren dan perguruan tinggi umum.
Konferensi ini mengambil tema Recontextualizing Fiqh for Equal Humanity and Sustainable Peace dengan beberapa sub tema yang sangat menarik diikuti. Tema ini sangat krusial untuk dikaji, sebab bagi muslim fiqh is everything atau everything is fiqh. Seluruh kehidupan seorang muslim dipengaruhi dan berusaha disesuaikan oleh dan dengan fiqh.
Fiqh selau menarik dikaji, baik dalam pengajian atau kajian. Pengajian dan kajian dipastikan riuh kalau yang dibahas fiqh. Fiqh pula yang dijadikan untuk menjustifikasi absah atau tidaknya ibadah atau bahkan keislaman seseorang.
Terus terang, fiqh memang membawa solusi, tetapi juga melahirkan problem. Damai atau perang dasarnya fiqh. Karena itu, fiqh peradaban (fiqh al-hadarat) yang diusung oleh PBNU menjadi masuk akal untuk suarakan.