Pemilu 2024, PBNU dan Muhammadiyah Serukan Kepemimpinan Moral
Tim langit 7
Kamis, 25 Mei 2023 - 15:57 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof H Haedar Nashir di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bersepakat menyerukan kepemimpinan moral pada Pemilu 2024.
Seruan ini disampaikan setelah Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof H Haedar Nashir di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Keduanya sepakat untuk mengedepankan kepemimpinan moral menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Menurut Gus Yahya, kepemimpinan moral sangat diperlukan dalam politik agar para politisi tak hanya mengedepankan kepentingan-kepentingan pragmatis.
"Dalam politik ini perlu ada kepemimpinan moral supaya tidak disetir dengan kepentingan-kepentingan pragmatis," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di lobi PBNU.
Baca juga:PP Muhammadiyah dan PBNU Gelar Pertemuan Besok, Apa yang Dibahas?
Ke depan, PBNU dan Muhammadiyah akan melanjutkan diskusi-diskusi untuk menindaklanjuti pertemuan pada hari ini. Gus Yahya berharap bisa membangun strategi bersama agar bisa berpengaruh atas berbagai macam isu yang berkembang.
"Nanti kedua belah pihak (PBNU dan Muhammadiyah) akan terus melanjutkan diskusi-diskusi ini. Karena kalau soal komunikasi langsung sudah biasa, tapi kita ingin bersama-sama mencari strategi untuk menciptakan momentum, mudah-mudahan bisa berpengaruh," kata Gus Yahya.
Seruan ini disampaikan setelah Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof H Haedar Nashir di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Keduanya sepakat untuk mengedepankan kepemimpinan moral menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Menurut Gus Yahya, kepemimpinan moral sangat diperlukan dalam politik agar para politisi tak hanya mengedepankan kepentingan-kepentingan pragmatis.
"Dalam politik ini perlu ada kepemimpinan moral supaya tidak disetir dengan kepentingan-kepentingan pragmatis," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di lobi PBNU.
Baca juga:PP Muhammadiyah dan PBNU Gelar Pertemuan Besok, Apa yang Dibahas?
Ke depan, PBNU dan Muhammadiyah akan melanjutkan diskusi-diskusi untuk menindaklanjuti pertemuan pada hari ini. Gus Yahya berharap bisa membangun strategi bersama agar bisa berpengaruh atas berbagai macam isu yang berkembang.
"Nanti kedua belah pihak (PBNU dan Muhammadiyah) akan terus melanjutkan diskusi-diskusi ini. Karena kalau soal komunikasi langsung sudah biasa, tapi kita ingin bersama-sama mencari strategi untuk menciptakan momentum, mudah-mudahan bisa berpengaruh," kata Gus Yahya.