home global news

Pemilu 2024 Harus Dikawal Agar Lebih Subtantif dan Bahas Isu Kebangsaan Krusial

Rabu, 07 Juni 2023 - 14:30 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir
Indonesia saat ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah masih terseok dalam mewujudkan ekonomi yang berkeadilan, mengatasi problem kemanusiaan dan menegakkan keadilan hukum. Hal itu harus lahir dari komitmen para elit untuk tegak lurus menjalankan amanat konstitusi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, visi Indonesia yang digariskan para pendiri bangsa masih kontras dengan realitas hari ini. Itu menjadi bukti pemerintah Indonesia masih perlu berjuang mewujudkan ekonomi dan hukum berkeadilan serta mengatas masalah kemanusiaan.

"Maka mari kita kawal pemilu 2024 dengan memastikan para elit yang berkontestasi mulai bicara tentang gagasan, tentang Indonesia, tentang Keindonesiaan dan masa depan Indonesia agar Indonesia tetap menjadi milik kita semua, bukan Indonesia milik satu golongan, bukan Indonesia milik satu orang, dan bukan Indonesia milik satu kelompok,” tegas Haedar.

Haedar mencontohkan masalah hari ini yang menjadi fakta objektif bangsa Indonesia. Misalnya korupsi yang menggila dan asas pragmatisme hutang luar negeri yang terus berakumulasi lebih dari Rp7.000 T.

Kemudian, masalah lain tidak adanya kebijakan progresif untuk mengambil risiko mengatasi kesenjangan sosial, hingga menguatnya kolaborasi antara liberalisme, kapitalisme, dan oligarki politik serta bisnis pascareformasi.

Baca juga:Ali Masykur Musa Masuk 3 Besar Tokoh yang Diikuti Pilihan Politiknya

"Jelas bagi yang korup, mereka tidak memahami sukma dari negara ini hadir dan bagaimana para pejuang bangsa kita mengorbankan jiwa untuk Indonesia (merdeka) hari ini," kata Haedar saat menjadi pembicara dalam seri ketiga gelar wicara Gagas RI KG (Kompas Gramedia), dikutip Rabu (7/6/2023).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
haedar nashir politik demokrasi pemilu 2024
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya