KoPi Ngaji, Cara Nikmat PPI USM Belajar Agama Sambil Ngopi
Muhajirin
Jum'at, 16 Juni 2023 - 21:00 WIB
Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Sains Malaysia (PPI USM) mengadakan kajian perdana di bawah program Divisi Keagamaan dan Kerohanian
Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Sains Malaysia (PPI USM) mengadakan kajian perdana di bawah program Divisi Keagamaan dan Kerohanian. Program utama yang bersifat rutin ini akan dilaksanakan dua kali dalam satu bulan dengan pembahasan tema yang beragam, khususnya penguatan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Filosofi nama KoPi Ngaji sebenarnya bukan minuman kopi, tapi sebuah dialek orang Sulawesi dan Indonesia Timur pada umumnya yang berarti Kau Pergi Ngaji. Jika suntuk, pikiran penat, perlu refreshing dan solusi dengan pembahasan yang ringan dan mencerahkan, maka KoPi Ngaji, artinya “Kau pergi ngaji!”.
Slogan KoPi Ngaji adalah, “Jika kopi itu pahit, menambahkan gula dapat membuat nikmat rasanya. Jika hidup terasa sempit, maka Ngaji adalah solusi untuk melapangkannya”. Meski demikian, dalam pengajian ini tetap disajikan aneka kopi yang bisa diseduh dengan air panas, sehingga jamaah bisa ngaji sambil ngopi.
Baca juga:Mana Didahulukan, Bayar Utang atau Berkurban?
Pengajian KoPi Ngaji dirancang dengan pendekatan 3H (Heart, Head, dan Hand). Dimulai dengan heart (hati) yaitu melakukan pendekatan dari hati ke hati, mengajak dan merangkul mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di USM secara khusus, dan umumnya kepada warga umum di sekitar kampus untuk terlibat aktif dalam program KoPi Ngaji.
Selanjutnya dengan head (narasi) yaitu mengajak berdiskusi dan berdialog melalui sebuah kajian keagamaan yang ilmiah sekaligus juga amaliah (praktis untuk diamalkan). Terakhir dengan hand (tangan), artinya memberikan bantuan baik berupa materil maupun dukungan moril kepada jamaah yang memerlukan sebagai bentuk kepedulian sosial secara nyata.
Pada kajian perdana KoPi Ngaji yang diselenggarakan di student corner, School of Social Science USM, Bidang Keagamaan dan Kerohanian PPI USM menghadirkan seorang pendakwah dan komikus dari Kota Yogyakarta yang kebetulan sedang mengadakan workshop di Pulau Pinang. Beliau bernama Toni Hernanto atau sering disapa dengan nama penanya yaitu Tony Trax.
Filosofi nama KoPi Ngaji sebenarnya bukan minuman kopi, tapi sebuah dialek orang Sulawesi dan Indonesia Timur pada umumnya yang berarti Kau Pergi Ngaji. Jika suntuk, pikiran penat, perlu refreshing dan solusi dengan pembahasan yang ringan dan mencerahkan, maka KoPi Ngaji, artinya “Kau pergi ngaji!”.
Slogan KoPi Ngaji adalah, “Jika kopi itu pahit, menambahkan gula dapat membuat nikmat rasanya. Jika hidup terasa sempit, maka Ngaji adalah solusi untuk melapangkannya”. Meski demikian, dalam pengajian ini tetap disajikan aneka kopi yang bisa diseduh dengan air panas, sehingga jamaah bisa ngaji sambil ngopi.
Baca juga:Mana Didahulukan, Bayar Utang atau Berkurban?
Pengajian KoPi Ngaji dirancang dengan pendekatan 3H (Heart, Head, dan Hand). Dimulai dengan heart (hati) yaitu melakukan pendekatan dari hati ke hati, mengajak dan merangkul mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di USM secara khusus, dan umumnya kepada warga umum di sekitar kampus untuk terlibat aktif dalam program KoPi Ngaji.
Selanjutnya dengan head (narasi) yaitu mengajak berdiskusi dan berdialog melalui sebuah kajian keagamaan yang ilmiah sekaligus juga amaliah (praktis untuk diamalkan). Terakhir dengan hand (tangan), artinya memberikan bantuan baik berupa materil maupun dukungan moril kepada jamaah yang memerlukan sebagai bentuk kepedulian sosial secara nyata.
Pada kajian perdana KoPi Ngaji yang diselenggarakan di student corner, School of Social Science USM, Bidang Keagamaan dan Kerohanian PPI USM menghadirkan seorang pendakwah dan komikus dari Kota Yogyakarta yang kebetulan sedang mengadakan workshop di Pulau Pinang. Beliau bernama Toni Hernanto atau sering disapa dengan nama penanya yaitu Tony Trax.