home global news

IDEAS: Resesi Global Sebabkan Penurunan 90 Ribu Pekurban Pada 2023

Sabtu, 24 Juni 2023 - 07:15 WIB
Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memproyeksikan potensi ekonomi kurban Indonesia pada 2023 sebesar Rp24,5 triliun
Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memproyeksikan potensi ekonomi kurban Indonesia pada 2023 sebesar Rp24,5 triliun. Jumlah tersebut berasal dari 2,08 juta pekurban (shahibul qurban).

Proyeksi tersebut menurun tipis dari 2022 yang diestimasikan mencapai Rp24,3 triliun dari 2,17 juta orang pekurban. Artinya, ada penurunan sekitar 90 ribu pekurban pada tahun 2023 ini.

“Meski pandemi kini telah berakhir dan mobilitas masyarakat telah sepenuhnya normal, namun resesi global telah melemahkan kembali pemulihan ekonomi pasca pandemi. Melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga pangan dan energi, yang antara lain terlihat dari rendahnya inflasi saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini yang baru saja berlalu, menyebabkan kami mengambil estimasi kurban yang konservatif,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulis kepada Langit7.id pada Jum’at, (23/6/2023).

Dari 2,08 juta keluarga muslim berdaya beli tinggi yang berpotensi menjadi shahibul qurban ini, kebutuhan hewan kurban terbesar adalah kambing-domba sekitar 1,23 juta ekor, sedangkan sapi-kerbau sekitar 505 ribu ekor.

“Dengan asumsi berat kambing-domba antara 20-80 kg dengan berat karkas 41 persen serta berat sapi-kerbau antara 250-750 kg dengan berat karkas 57 persen, maka potensi ekonomi kurban 2023 dari sekitar 1,74 juta hewan ternak ini setara dengan 103,0 ribu ton daging,” tutur Yusuf.

Indonesia sejak lama mengalami kesenjangan konsumsi makanan yang lebar, yang berakar dari kesenjangan pendapatan. Kesenjangan dalam konsumsi makanan terlihat jelas pada jenis makanan penting yang harganya mahal sehingga tidak mampu dijangkau masyarakat kelas bawah, seperti daging.

“Pada 2022, rata-rata penduduk di persentil tertinggi (1 persen kelas terkaya) mengkonsumsi 5,31 kg daging kambing dan sapi per kapita per tahun, 294 kali lebih tinggi dari rata-rata penduduk di persentil terendah (1 persen kelas termiskin) yang hanya mengkonsumsi 0,02 kg daging per kapita per tahun,” ungkap Yusuf.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
idul adha kurban global resesi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya