Ideas Ungkap Distribusi Kurban Belum Merata sampai Pelosok
Esti setiyowati
Selasa, 27 Juni 2023 - 05:00 WIB
Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) menyebut distribusi daging kurban masih belum merata
Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) menyebut distribusi daging kurban masih belum merata, terutama di daerah pelosok.
“Daerah prioritas intervensi gizi melalui kurban ini didominasi daerah luar Jawa dengan karakteristik umum adalah daerah tertinggal dan terisolir," kata Direktur Ideas Yusuf Wibisono , Senin (26/6/2023).
Ia pun mengidentifikasi sejumlah daerah prioritas intervensi gizi protein hewani melalui kurban.
Baca juga:Tak Harus di Daerah Domisili, Kurban Boleh Dilakukan di Wilayah yang Lebih Membutuhkan
Dari simulasi Ideas, daerah dengan potensi surplus kurban terbesar didominasi daerah metropolitan Jawa, seperti Jakarta (7.556 ton) serta Bandung Raya yaitu Bandung, Cimahi dan Kab. Sumedang (5.598 ton).
“Daerah surplus kurban terbesar lainnya adalah Bekasi (3.820 ton), Bogor dan Depok (3.298 ton), Kab. Sleman dan Kab. Bantul (2.924 ton), Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (2.045 ton), Kota Semarang (1.763 ton) serta Surabaya dan Kab. Sidoarjo (1.131 ton),” ujar Yusuf.
Sementara itu daerah dengan potensi defisit kurban terbesar didominasi daerah pedesaan Jawa, antara lain kawasan utara Jawa Tengah yaitu Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Pekalongan (-2.363 ton), kawasan utara Jawa Timur, yaitu Kab. Bangkalan, Sampang dan Pamekasan (-2.188 ton), kawasan timur Jawa Timur yaitu Kab. Jember, Bondowoso dan Probolinggo (-2.070 ton), kawasan utara Jawa Barat yaitu Kab. Karawang, Indramayu, Majalengka, dan Kab. Cirebon (-1.908 ton), Kab. Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi dan Bojonegoro (-1.658 ton), Kab. Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara (-1.607 ton), Kab. Grobogan. Blora, Pati, Jepara, dan Demak (-1.381 ton), serta wilayah selatan Jawa Barat yaitu Kab. Cianjur dan Garut (-1.231 ton).
“Daerah prioritas intervensi gizi melalui kurban ini didominasi daerah luar Jawa dengan karakteristik umum adalah daerah tertinggal dan terisolir," kata Direktur Ideas Yusuf Wibisono , Senin (26/6/2023).
Ia pun mengidentifikasi sejumlah daerah prioritas intervensi gizi protein hewani melalui kurban.
Baca juga:Tak Harus di Daerah Domisili, Kurban Boleh Dilakukan di Wilayah yang Lebih Membutuhkan
Dari simulasi Ideas, daerah dengan potensi surplus kurban terbesar didominasi daerah metropolitan Jawa, seperti Jakarta (7.556 ton) serta Bandung Raya yaitu Bandung, Cimahi dan Kab. Sumedang (5.598 ton).
“Daerah surplus kurban terbesar lainnya adalah Bekasi (3.820 ton), Bogor dan Depok (3.298 ton), Kab. Sleman dan Kab. Bantul (2.924 ton), Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (2.045 ton), Kota Semarang (1.763 ton) serta Surabaya dan Kab. Sidoarjo (1.131 ton),” ujar Yusuf.
Sementara itu daerah dengan potensi defisit kurban terbesar didominasi daerah pedesaan Jawa, antara lain kawasan utara Jawa Tengah yaitu Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Pekalongan (-2.363 ton), kawasan utara Jawa Timur, yaitu Kab. Bangkalan, Sampang dan Pamekasan (-2.188 ton), kawasan timur Jawa Timur yaitu Kab. Jember, Bondowoso dan Probolinggo (-2.070 ton), kawasan utara Jawa Barat yaitu Kab. Karawang, Indramayu, Majalengka, dan Kab. Cirebon (-1.908 ton), Kab. Jombang, Nganjuk, Madiun, Ngawi dan Bojonegoro (-1.658 ton), Kab. Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara (-1.607 ton), Kab. Grobogan. Blora, Pati, Jepara, dan Demak (-1.381 ton), serta wilayah selatan Jawa Barat yaitu Kab. Cianjur dan Garut (-1.231 ton).