Hikmah Kurban, Tambah Kasih Sayang dan Latih Kedermawanan
Muhajirin
Jum'at, 30 Juni 2023 - 10:40 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis
Ketua Majelis Ulama Indonesoa (MUI) KH CHolil Nafis mengungkapkan, ibadah kurban memiliki banyak hikmah sebagai ibadah sosial yang ditetapkan Allah SWT.
Jika kurban dilakukan dengan ikhlas untuk mengharap ridha Allah SWT akan memberikan hikmah dan manfaat bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
KH Cholil menyebut setidaknya ada empat hikmah dari ibadah kurban. Pertama, meningkatnya keimanan kepada Allah SWT. Ibadah kurban yang dilakukan umat Islam dapat melatih ketaatan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.
"Orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh predikat muqarrabin, muttaqin dan memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat," kata Kyai Cholil saat menyampaikan Khutbah Idul Adha di Pesantren Cendekia Amanah Depok.
Baca juga:Pembakaran Al-Qur'an Saat Idul Adha, Sejumlah Negara Beri Kecaman
Kedua, membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyyah. Ketika hewan kurban jatuh ke bumi, maka saat itulah sifat kebinatangan harus hilang, seperti kerakusan, keserakahan, kekejaman dan penindasan.
Ketiga, menumbuhkan cinta dan empati kepada orang lain. Kurban dalam Islam tidak sama dengan kurban dalam agama selain Islam. Islam tidak memerintahkan penyembelihan hewan penyembelihan, tetapi Islam memerintahkan agar daging diberikan kepada fakir miskin agar mereka dapat menikmati kelezatan daging hewan.
Jika kurban dilakukan dengan ikhlas untuk mengharap ridha Allah SWT akan memberikan hikmah dan manfaat bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
KH Cholil menyebut setidaknya ada empat hikmah dari ibadah kurban. Pertama, meningkatnya keimanan kepada Allah SWT. Ibadah kurban yang dilakukan umat Islam dapat melatih ketaatan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.
"Orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh predikat muqarrabin, muttaqin dan memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat," kata Kyai Cholil saat menyampaikan Khutbah Idul Adha di Pesantren Cendekia Amanah Depok.
Baca juga:Pembakaran Al-Qur'an Saat Idul Adha, Sejumlah Negara Beri Kecaman
Kedua, membersihkan diri dari sifat-sifat bahimiyyah. Ketika hewan kurban jatuh ke bumi, maka saat itulah sifat kebinatangan harus hilang, seperti kerakusan, keserakahan, kekejaman dan penindasan.
Ketiga, menumbuhkan cinta dan empati kepada orang lain. Kurban dalam Islam tidak sama dengan kurban dalam agama selain Islam. Islam tidak memerintahkan penyembelihan hewan penyembelihan, tetapi Islam memerintahkan agar daging diberikan kepada fakir miskin agar mereka dapat menikmati kelezatan daging hewan.