Haedar Nashir Sampaikan Pesan Kebangsaan untuk Kontestan Pemilu 2024
Tim langit 7
Jum'at, 21 Juli 2023 - 06:00 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan bahwa pemilu bukan semata pesta meriah tanpa makna demokrasi yang utuh.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir berpesan sekaligus mengingatkan bahwa pemilu bukan semata pesta meriah tanpa makna demokrasi yang utuh.
Lebih-lebih jika Pemilu 2024 disertai dengan demokrasi yang tidak adil, politik uang dan politik transaksional, tentu akan mencederai pemilu itu sendiri. Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada peserta kontestasi pemilu tentang penting mandat – amanat konstitusi.
“Yakni bagaimana melindungi bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia ini harus diwujudkan dan harus menjadi kewajiban konstitusional seluruh pemimpin pemerintahan,” ungkapnya, Kamis (20/7/2023).
Baca juga:Umat Islam di Indonesia Harus Berubah Nasib
Selain itu, kontestan Pemilu 2024 perlu memikirkan Indonesia Emas 2045. Sebab bangsa ini perlu menyiapkan generasi yang memiliki jati diri. Menuju Indonesia Emas 2024, tidak harus membebek kepada pandangan besar atau arus dunia. Tetapi memiliki kekuatan dari dalam yang merupakan aktualisasi dari visi para pemimpin bangsa.
Terkait dengan peran Muhammadiyah menyongsong masa depan Indonesia, Muhammadiyah tidak berpangku tangan. Melalui bidang kesehatan, Muhammadiyah memiliki 126 rumah sakit yang siap digunakan untuk membangun kesehatan dan mencetak generasi masa depan yang unggul.
“Kita masih banyak problem dalam kehidupan kebangsaan di bidang kesehatan, ada masalah stunting, ada masalah dimana akibat dari kemiskinan dan berbagai aspek sumber daya kita masih tertinggal termasuk kualitas kecerdasan orang Indonesia maka aspek kesehatan itu menjadi sangat penting untuk diperhatikan," imbuhnya dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.
Lebih-lebih jika Pemilu 2024 disertai dengan demokrasi yang tidak adil, politik uang dan politik transaksional, tentu akan mencederai pemilu itu sendiri. Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada peserta kontestasi pemilu tentang penting mandat – amanat konstitusi.
“Yakni bagaimana melindungi bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia ini harus diwujudkan dan harus menjadi kewajiban konstitusional seluruh pemimpin pemerintahan,” ungkapnya, Kamis (20/7/2023).
Baca juga:Umat Islam di Indonesia Harus Berubah Nasib
Selain itu, kontestan Pemilu 2024 perlu memikirkan Indonesia Emas 2045. Sebab bangsa ini perlu menyiapkan generasi yang memiliki jati diri. Menuju Indonesia Emas 2024, tidak harus membebek kepada pandangan besar atau arus dunia. Tetapi memiliki kekuatan dari dalam yang merupakan aktualisasi dari visi para pemimpin bangsa.
Terkait dengan peran Muhammadiyah menyongsong masa depan Indonesia, Muhammadiyah tidak berpangku tangan. Melalui bidang kesehatan, Muhammadiyah memiliki 126 rumah sakit yang siap digunakan untuk membangun kesehatan dan mencetak generasi masa depan yang unggul.
“Kita masih banyak problem dalam kehidupan kebangsaan di bidang kesehatan, ada masalah stunting, ada masalah dimana akibat dari kemiskinan dan berbagai aspek sumber daya kita masih tertinggal termasuk kualitas kecerdasan orang Indonesia maka aspek kesehatan itu menjadi sangat penting untuk diperhatikan," imbuhnya dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.