LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir berharap
umat Islam di Indonesia berubah nasib. Mengingat umat Islam adalah mayoritas di negeri ini dengan jumlah kuantitas 237,5 juta orang atau 86,7% dari total penduduk.
"Dikenal sebagai penduduk muslim terbesar di dunia," kata Haedar Nashir dalam unggahan @haedarnashirofficial, dikutip Rabu (19/8/2023).
Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) potensi zakat dari kaum muslimin di negeri ini pertahun dapat mencapai Rp327 triliun, sehingga untuk membangun sesuatu pun sangatlah mudah.
Jika umat Islam bersatu, bahkan dapat menentukan siapa yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, tanpa harus susah payah menggantungkan nasib kepada pihak lain.
Baca juga:
Kenapa Allah Ciptakan Banyak Agama di Muka Bumi?Namun kenyataan kualitas berbeda dengan hitungan kuantitas. Umat Islam belum menjadi tuan di negerinya sendiri, masih tergantung dalam banyak hal. Bahkan tidak jarang menjadi objek penderita dalam sejumlah aspek kehidupan.
Umat Islam Indonesia meski sering merasa besar dengan klaim ingin “mengekspor Islam ke luar negeri”, sejatinya masih “besar pasak daripada tiang”.
Umat Islam masih berada di pinggiran, belum menjadi penentu kehidupan dirinya dan belum menentukan merah-putihnya Indonesia, apalagi menjadi penentu nasib kemajuan dunia di ranah global.
Kesemarakan acara dan forum internasional tidak identik dengan kekuatan strategis umat Islam di panggung dunia. Dunia Islam pun belum menjadi kekuatan utama dalam konstelasi geopolitik dan ekonomi global.
"Kalau pemikiran seperti ini disadari oleh umat Islam di Indonesia, saya yakin bahwa Indonesia adalah representasi dari Ali Imron ayat 110... Mata dunia akan ketar ketir melihat kekuatan umat islam di Indonesia," tambahnya.

(ori)