Pentingnya Pap Smear untuk Skrining Awal Kanker Serviks
Tim langit 7
Sabtu, 22 Juli 2023 - 18:00 WIB
Kanker serviks salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia.Foto/Unair
Kanker serviks salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia. Sebanyak 75 persen kanker leher rahim ini baru ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini berbanding terbalik pada negara maju yang 75 persen kasusnya ditemukan pada stadium dini.
Sebelum menjadi kanker serviks sebenarnya memerlukan waktu yang cukup lama. Inilah kenapa skrining harus rutin dilakukan untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Fase ini merupakan fase pra kanker. Di mana selnya belum menjadi ganas namun sudah tidak normal. Fase ini tidak menunjukkan keluhan apapun.
Diagnosa kanker serviks adalah dengan melakukan pap smear. Apabila deteksi dilakukan di fase pra kanker, maka kesembuhannya bisa mencapai 100 persen. Begitu juga jika terdeteksi di stadium 1.
Dr. Etty Hary Kusumastuti, Sp.P.A., Subsp.S.P.(K), FIAC menyarankan pap smear dilakukan setiap satu tahun sekali. Ini berdasarkan rekomendasi dari American Cancer Society.
Untuk menghindari lupa, Dokter Etty menyarankan agar pap smear dilakukan di momen-momen special. Misalnya saat ulang tahun, ulang tahun pernikahan, kenaikan kelas, sehabis lebaran dan lain sebagainya.
“Ini lebih mudah diingat sehingga tidak sampai terlewat lebih dari satu tahun,” terangnya.
Sebelum menjadi kanker serviks sebenarnya memerlukan waktu yang cukup lama. Inilah kenapa skrining harus rutin dilakukan untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Fase ini merupakan fase pra kanker. Di mana selnya belum menjadi ganas namun sudah tidak normal. Fase ini tidak menunjukkan keluhan apapun.
Diagnosa kanker serviks adalah dengan melakukan pap smear. Apabila deteksi dilakukan di fase pra kanker, maka kesembuhannya bisa mencapai 100 persen. Begitu juga jika terdeteksi di stadium 1.
Dr. Etty Hary Kusumastuti, Sp.P.A., Subsp.S.P.(K), FIAC menyarankan pap smear dilakukan setiap satu tahun sekali. Ini berdasarkan rekomendasi dari American Cancer Society.
Untuk menghindari lupa, Dokter Etty menyarankan agar pap smear dilakukan di momen-momen special. Misalnya saat ulang tahun, ulang tahun pernikahan, kenaikan kelas, sehabis lebaran dan lain sebagainya.
“Ini lebih mudah diingat sehingga tidak sampai terlewat lebih dari satu tahun,” terangnya.