KH Miftachul Akhyar: Manusia Harus Sadar, Dunia Tempat Ujian
Tim langit 7
Senin, 24 Juli 2023 - 09:00 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjelaskan, manusia hidup di dunia harus meletakkan dasar bahwa dunia adalah tempat ujian. Sehingga ketika mendapatkan ujian tidak akan kaget dan tidak akan stres.
“Dunia itu hammun, balaun, fitnah. Bukan berarti menolak, diberi dunia nggak senang, tetapi harus cerdas. Kamu hidup di dunia harus tahu, harus meletakkan dasar bahwa di dunia ini ujian, di dunia ini tidak senang, di dunia ini isinya tangisan, kesusahan, ini harus kamu tahu, kamu dasarkan,” ujarnya di kanal Youtube Multimedia KH. Miftachul Akhyar yang diakses NU Online.
Sehingga, menurut Kiai Miftach, jika hal tersebut dijadikan dasar, maka akan tercipta sebuah ketenangan, bukan kegusaran. Misalnya jika kehilangan apa yang dicintai, disenangi, diharapkan tidak akan menjadikan stres.
“Seorang yang cerdas selalu membayangkan, menggambarkan apa yang saya hadapi akan banyak beberapa tantangan-tantangan, cobaan-cobaan. Walaupun cobaan-cobaan itu belum datang, tetapi ia menganggap bahwa itu sesuatu yang pasti, berarti orang cerdas. Kemudian tiba-tiba datang ujian yang berat, cobaan yang berat tidak akan mengejutkan dia, karena memang sudah dibayangkan sudah didasarkan, karena sudah digambarkan,” imbuhnya.
Baca juga:UU Kesehatan Disahkan, Forum Dekan FK se-Indonesia Komitmen Jaga Kualitas Pendidikan Dokter
Maka dari itu Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut mengingatkan untuk tidak takut dengan ujian sebesar apapun, apalagi sampai takut dengan kemiskinan. Sebab dunia memang penuh dengan tantangan dan penuh fitnah.
“Jadi kalau dapat senang itu cipratan, kalau susah seberat apapun jangan khawatir, jangan takut miskin. Isi dunia seperti itu, jadi dunia itu penuh tantangan, penuh fitnah. jadi dunia itu isinya fitnah.” terangnya.
“Dunia itu hammun, balaun, fitnah. Bukan berarti menolak, diberi dunia nggak senang, tetapi harus cerdas. Kamu hidup di dunia harus tahu, harus meletakkan dasar bahwa di dunia ini ujian, di dunia ini tidak senang, di dunia ini isinya tangisan, kesusahan, ini harus kamu tahu, kamu dasarkan,” ujarnya di kanal Youtube Multimedia KH. Miftachul Akhyar yang diakses NU Online.
Sehingga, menurut Kiai Miftach, jika hal tersebut dijadikan dasar, maka akan tercipta sebuah ketenangan, bukan kegusaran. Misalnya jika kehilangan apa yang dicintai, disenangi, diharapkan tidak akan menjadikan stres.
“Seorang yang cerdas selalu membayangkan, menggambarkan apa yang saya hadapi akan banyak beberapa tantangan-tantangan, cobaan-cobaan. Walaupun cobaan-cobaan itu belum datang, tetapi ia menganggap bahwa itu sesuatu yang pasti, berarti orang cerdas. Kemudian tiba-tiba datang ujian yang berat, cobaan yang berat tidak akan mengejutkan dia, karena memang sudah dibayangkan sudah didasarkan, karena sudah digambarkan,” imbuhnya.
Baca juga:UU Kesehatan Disahkan, Forum Dekan FK se-Indonesia Komitmen Jaga Kualitas Pendidikan Dokter
Maka dari itu Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut mengingatkan untuk tidak takut dengan ujian sebesar apapun, apalagi sampai takut dengan kemiskinan. Sebab dunia memang penuh dengan tantangan dan penuh fitnah.
“Jadi kalau dapat senang itu cipratan, kalau susah seberat apapun jangan khawatir, jangan takut miskin. Isi dunia seperti itu, jadi dunia itu penuh tantangan, penuh fitnah. jadi dunia itu isinya fitnah.” terangnya.