Bukan sekadar ilusi optik, bangsa jin dibekali kemampuan metamorfosis menjadi manusia hingga hewan. Al Quran dan Sunnah memberikan panduan ketat agar manusia waspada tanpa harus terjebak dalam paranoia.
Ibrahim Alaihissalam berdiri sebagai poros ketauhidan yang melampaui sekat zaman. Melalui ujian berat dan keberanian menghancurkan berhala, ia dinobatkan Allah sebagai imam bagi seluruh manusia.
Setan mengalihkan perhatian manusia dari amalan utama ke amalan yang rendah nilainya. Al Jibrin memperingatkan bahwa terjebak pada ibadah pribadi dapat menghilangkan kesempatan meraih pahala sosial yang lebih besar.
Setan memanfaatkan perkara mubah untuk menyita waktu dan usia manusia. Al Jibrin memperingatkan bahwa berlebihan dalam hal mubah dapat memadamkan gairah beramal saleh dan membuat manusia lupa akan bekal akhirat.
Setan memanfaatkan dosa kecil yang diremehkan untuk menghancurkan pertahanan spiritual manusia. Akumulasi kesalahan yang dianggap sepele ini, menurut Al Jibrin, mampu membinasakan jiwa jika dibiarkan tanpa istighfar.
Setan membungkus bidah dengan ilusi kebaikan agar pelakunya enggan bertaubat. Al Jibrin memperingatkan bahwa bidah adalah gerbang menuju kekufuran yang merusak otoritas syariat asli.
Dalam tafsir Quraish Shihab, qalb adalah ruang batin yang hidupwadah cinta, iman, dan rasa takut. Ia bisa bersinar atau membatu, tergantung sejauh mana manusia menjaga kejernihannya.
Quraish Shihab menafsirkan fitrah manusia bukan hanya sebagai naluri beragama, tapi juga sistem penciptaan yang melekat sejak awalmengarahkan manusia pada kebaikan, rasionalitas, dan keseimbangan hidup.
Al-Quran menggambarkan manusia bukan sekadar hasil proses biologis, melainkan hasil keterlibatan Ilahi. Quraish Shihab memaknai penciptaan dan evolusi manusia dalam jalinan sains dan wahyu.
Siapakah sejatinya Dajjal itu? Apakah dia sebangsa manusia, ataukah makhluk gaib macam setan atau jin. Ada yang bilang, Dajjal adalah blasteran manusia dan jin. Ayahnya, manusia dan ibunya jin.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengungkapkan tentang keterbatasan manusia yang menjadi kelebihan. Hal itu disampaikan Gus Baha dalam peringatan Isra' Mi'raj 1446 H
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Aly Aulia, menyampaikan pentingnya keberkahan dalam hidup. Dalam ceramahnya di Masjid KH Sudja, Yogyakarta, dia menekankan keberkahan