home home & garden

Sekjen Ikatan Arsitek Indonesia, Ariko Andikabina: Arsitektur Rumah Bukan Bangun Benteng dengan Tembok Tinggi

Senin, 30 Agustus 2021 - 06:02 WIB
Ariko Andikabina Foto: Ariko Andikabina
Memiliki rumah sendiri adalah mimpi nyaris setiap orang. Saat peluang dan keuangan memungkinkan, proses mewujudkan bangunan tempat tinggal menjadi momen istimewa.

Tak ada tahap yang tidak penting. Menentukan lokasi, berapa ruang, desain macam apa, membeli di kompleks perumahan ataukah membangun sendiri sesuai keingan, hanyalah sekian dari banyak faktor penentu, termasuk pilihan menggunakan jasa arsitek ataukah tidak.

Lantaran istimewa, tak jarang sikap pemilik berlebihan terutama dalam hal proteksi. Rumah pun hadir tak cukup dengan pagar tapi tembok tinggi, menutup bangunan dari lingkungan sekitar.

Berarsitektur, sebenarnya bukan sekedar membangun rumah. Hunian adalah tempat tinggal manusia untuk hidup bersama manusia yang lain, sehingga sudah seharusnya rumah didesain peka dengan lingkungan sekitar.

Begitu gagasan yang ditekankan Sekretaris Jendral Ikatan Arsitektur Indonesia Nasional, Ariko Andikabina. Arsitek yang berpraktik sejak 2002 ini menyoroti gaya hidup modern cenderung individualis terutama di kalangan perkotaan yang juga menyentuh gaya rumah tinggal.

"Jadi berarsitektur terutama untuk rumah ga bisa sesederhana itu. Bukan tentang bikin rumah lalu pasang pagar tembok tinggi , seperti benteng, yang banyak di kota-kota besar," kata jebolan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini kepada LANGIT7.id pekan lalu.

"Rumah sehat itu penting, sirkulasi baik, pencahayaan baik, tapi kita hidup itu tidak sendiri, kita hidup bertetangga, jadi arsitektur rumah tinggal itu juga harus memiliki konsep 'bertetangga', " ujar salah satu pendiri Green Bulding Council Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
arsitektur rumah desain rumah ariko andikabina
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya