Jumlah Kasus Tinggi, Iriana Jokowi Pimpin Langsung Kampanye Peduli Stunting
Tim langit 7
Rabu, 26 Juli 2023 - 07:00 WIB
Kasus stunting di Indonesia masih tinggi, Iriana Joko Widodo hadir langsung pada kampanye peduli stunting di Banyuwangi, Jawa Timur
Kampanye Peduli Stunting dan Jaga Laut terus digalakkan. Seperti yang dilakukan istri Menag, Eny Retno Yaqut di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (25/7/2023).
Kampanye ini dilakukan Eny bersama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) yang dipimpin Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma'ruf Amin.
Pada kunjungan kali ini Ibu Negara beserta jajaran melakukan sosialisasi peduli stunting yang digelar di Aula Pendopo, Kawasan Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi.
Baca juga:6 Negara Muslim Belajar Pencegahan Pernikahan Anak dan Stunting di Surabaya
Sesuai laporan, angka stunting di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, di angka 21,6%. Target ini diharapkan turun hingga menyentuh angka 14% di tahun 2024.
“Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen,” kata Anggota OASE Lilik Umi Nashriyah.
Adapun kelompok sasaran percepatan stunting ini terdiri dari remaja putri, ibu hamil, calon pengantin, dan ibu yang memiliki anak balita.”Artinya perlu diberitahukan sebelum dan setelah kelahiran. Dan ternyata masih banyak kasus stunting sejak lahir,” ungkapnya.
Kampanye ini dilakukan Eny bersama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) yang dipimpin Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma'ruf Amin.
Pada kunjungan kali ini Ibu Negara beserta jajaran melakukan sosialisasi peduli stunting yang digelar di Aula Pendopo, Kawasan Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi.
Baca juga:6 Negara Muslim Belajar Pencegahan Pernikahan Anak dan Stunting di Surabaya
Sesuai laporan, angka stunting di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, di angka 21,6%. Target ini diharapkan turun hingga menyentuh angka 14% di tahun 2024.
“Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen,” kata Anggota OASE Lilik Umi Nashriyah.
Adapun kelompok sasaran percepatan stunting ini terdiri dari remaja putri, ibu hamil, calon pengantin, dan ibu yang memiliki anak balita.”Artinya perlu diberitahukan sebelum dan setelah kelahiran. Dan ternyata masih banyak kasus stunting sejak lahir,” ungkapnya.