home masjid

Tradisi Tabaruk Al-Qur'an Hanya Ada di Indonesia

Sabtu, 29 Juli 2023 - 15:30 WIB
Tradisi tabaruk Alquran hanya ada di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) membuka Rapat Kerja Nasional Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (Rakernas JQHNU) di Hotel Sahid Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Gus Yahya hadir didampingi Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho Muhammad, Ketua Umum Pimpinan Pusat JQHNU KH Saifullah Ma'shum, dan Wakil Ketua MPR RI yang seorang penghafal Qur'an H Jazilul Fawaid.

Sebelum secara simbolis membuka Rakernas JQHNU, Gus Yahya menyampaikan sambutan sekaligus sejumlah arahan untuk organisasi tempat berkumpulnya para pembaca dan penghafal Al-Qur'an ini.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya mengungkap terdapat tradisi membaca Al-Qur'an untuk mengawali sebuah acara, dan tradisi itu hanya ada di Indonesia. Bahkan, ayat-ayat Al-Qur'an dibaca dan diharapkan dapat menjadi washilah untuk menyelesaikan berbagai macam urusan. Inilah yang menjadikan JQHNU sangat dibutuhkan eksistensinya.

"Satu hal yang jelas bahwa jamiyah ini (JQHNU) dibutuhkan. Terutama karena sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat untuk bertabaruk (mengambil barokah) kepada Al-Qur'an. Dalam berbagai macam urusan, tidak lepas tabaruk kepada Al-Qur'an," kata Gus Yahya.

Ia mengaku sudah sangat sering mengikuti berbagai kegiatan Islam di kancah internasional, terutama di Timur Tengah. Tetapi di belahan dunia yang pernah dikunjungi Gus Yahya itu tak pernah ada acara yang diawali dengan tilawatil Qur'an.

"Tradisi itu sudah sangat mengakar di Nusantara. Di sini mau apa saja pasti tIlawatil Qur'an dulu. Mau diskusi, seminar, selamatan bayi, memberangkatkan mayit, mau ijab kabul, semua tabaruk dengan Al-Qur'an. Itu hanya di sini. Di tempat lain, saya nggak pernah lihat," jelas Gus Yahya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya