Umar bin Abdul Aziz dan Sepotong Pakaian
Azhar azis
Jum'at, 09 Juli 2021 - 03:50 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Beranikah menghentikan nafkah yang selama ini menghidupi keluarga kita lalu memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkan? Mungkin sebagian besar dari kita akan mengernyitkan dahi dan berpikir berkali-kali jika harus melakukannya.
Tapi tidak demikian dengan Umar bin Abdul Aziz, pemimpin Muslim yang hanya memiliki sepotong pakaian. Seperti dikisahkan Al-Auza’i, “Umar bin Abdul Aziz menghentikan nafkah khusus yang selama ini diterima keluarganya, dan memerintahkan mereka kembali ke rumah.”
Sebagai pemimpin, orang kebanyakan tentu saja akan merasa senang dengan berbagai fasilitas yang didapat. Namun Umar bin Abdul Aziz malah kebalikannya. Terbukti beliau justru memilih untuk tidak mau menerima fasilitas itu.
Gara-gara sikapnya ini, Umar bin Abdul Aziz mendapat protes dari salah satu kerabatnya Anbasah bin Said. “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kami memiliki kerabat.”
Mendapat protes seperti itu, Umar bin Abdul Aziz berkata, “Hartaku tidak cukup untuk kalian. Adapun harta ini hak kalian sebagaimana hak seseorang dari pedalaman Barkal Ghimad, dan karena jauh jarak rumah mereka, menyebabkan mereka tak bisa mengambil haknya. Demi Allah, aku melihat, jika seluruh penduduk bumi memiliki pendapat seperti kalian, niscaya benar-benar akan turun azab Allah.”
Kesederhanaan Umar bin Abdul Azis ini yang menyebabkan dia dinilai setara dengan empat sahabat utama Rasulullah SAW. Selain kesederhanaan, Umar bin Abdul Azis juga dikenal sebagai pemimpin yang tegas.
Terbukti di awal kepemimpinannya, dia merampas kembali harta-harta yang disalahgunakan keluarga khalifah dan mengembalikannya ke Baitul Mal. Dia juga memecat pegawai-pegawai yang tidak cakap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga khalifah.
Tapi tidak demikian dengan Umar bin Abdul Aziz, pemimpin Muslim yang hanya memiliki sepotong pakaian. Seperti dikisahkan Al-Auza’i, “Umar bin Abdul Aziz menghentikan nafkah khusus yang selama ini diterima keluarganya, dan memerintahkan mereka kembali ke rumah.”
Sebagai pemimpin, orang kebanyakan tentu saja akan merasa senang dengan berbagai fasilitas yang didapat. Namun Umar bin Abdul Aziz malah kebalikannya. Terbukti beliau justru memilih untuk tidak mau menerima fasilitas itu.
Gara-gara sikapnya ini, Umar bin Abdul Aziz mendapat protes dari salah satu kerabatnya Anbasah bin Said. “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kami memiliki kerabat.”
Mendapat protes seperti itu, Umar bin Abdul Aziz berkata, “Hartaku tidak cukup untuk kalian. Adapun harta ini hak kalian sebagaimana hak seseorang dari pedalaman Barkal Ghimad, dan karena jauh jarak rumah mereka, menyebabkan mereka tak bisa mengambil haknya. Demi Allah, aku melihat, jika seluruh penduduk bumi memiliki pendapat seperti kalian, niscaya benar-benar akan turun azab Allah.”
Kesederhanaan Umar bin Abdul Azis ini yang menyebabkan dia dinilai setara dengan empat sahabat utama Rasulullah SAW. Selain kesederhanaan, Umar bin Abdul Azis juga dikenal sebagai pemimpin yang tegas.
Terbukti di awal kepemimpinannya, dia merampas kembali harta-harta yang disalahgunakan keluarga khalifah dan mengembalikannya ke Baitul Mal. Dia juga memecat pegawai-pegawai yang tidak cakap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga khalifah.