Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Umar bin Abdul Aziz dan Sepotong Pakaian

azhar azis Jum'at, 09 Juli 2021 - 03:50 WIB
Umar bin Abdul Aziz dan Sepotong Pakaian
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Beranikah menghentikan nafkah yang selama ini menghidupi keluarga kita lalu memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkan? Mungkin sebagian besar dari kita akan mengernyitkan dahi dan berpikir berkali-kali jika harus melakukannya.

Tapi tidak demikian dengan Umar bin Abdul Aziz, pemimpin Muslim yang hanya memiliki sepotong pakaian. Seperti dikisahkan Al-Auza’i, “Umar bin Abdul Aziz menghentikan nafkah khusus yang selama ini diterima keluarganya, dan memerintahkan mereka kembali ke rumah.”

Sebagai pemimpin, orang kebanyakan tentu saja akan merasa senang dengan berbagai fasilitas yang didapat. Namun Umar bin Abdul Aziz malah kebalikannya. Terbukti beliau justru memilih untuk tidak mau menerima fasilitas itu.

Gara-gara sikapnya ini, Umar bin Abdul Aziz mendapat protes dari salah satu kerabatnya Anbasah bin Said. “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kami memiliki kerabat.”

Mendapat protes seperti itu, Umar bin Abdul Aziz berkata, “Hartaku tidak cukup untuk kalian. Adapun harta ini hak kalian sebagaimana hak seseorang dari pedalaman Barkal Ghimad, dan karena jauh jarak rumah mereka, menyebabkan mereka tak bisa mengambil haknya. Demi Allah, aku melihat, jika seluruh penduduk bumi memiliki pendapat seperti kalian, niscaya benar-benar akan turun azab Allah.”

Kesederhanaan Umar bin Abdul Azis ini yang menyebabkan dia dinilai setara dengan empat sahabat utama Rasulullah SAW. Selain kesederhanaan, Umar bin Abdul Azis juga dikenal sebagai pemimpin yang tegas.

Terbukti di awal kepemimpinannya, dia merampas kembali harta-harta yang disalahgunakan keluarga khalifah dan mengembalikannya ke Baitul Mal. Dia juga memecat pegawai-pegawai yang tidak cakap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga khalifah.

Bahkan ketika dia dilantik menjadi pemimpin, Umar bin Abdul Azis pulang ke rumah dan menangis. Sang isteri, Fathimah binti Abdul Malik yang melihat kejadian itu langsung menegur.

“Apa yang Amirul Mukminin tangiskan?”

Umar menjawab, “Wahai isteriku, aku telah diuji oleh Allah dengan jabatan ini dan aku sedang teringat kepada orang-orang yang miskin, ibu-ibu yang janda, anaknya banyak, rezekinya sedikit, aku teringat orang-orang dalam tawanan, para fuqara’ kaum muslimin. Aku tahu mereka semua ini akan mendakwaku di akhirat kelak dan aku bimbang aku tidak dapat jawab hujah-hujah mereka sebagai khalifah karena aku tahu, yang menjadi pembela di pihak mereka adalah Rasulullah SAW."

Mendengar jawaban itu, sang isteri pun turut mengalirkan air mata.

Kesederhanaan Umar bin Abdul Azis juga terlihat saat dia baru saja menjadi khalifah di mana dia menolak kendaraan dinas. Umar lebih memilih binatang tunggangan miliknya sendiri.

Al-Hakam bin Umar mengisahkan, ”Saya menyaksikan para pengawal datang dengan kendaraan khusus kekhalifahan kepada Umar bin Abdul Aziz sesaat dia diangkat menjadi Khalifah. Waktu itu Umar berkata, “Bawa kendaraan itu ke pasar dan juallah, lalu hasil penjualan itu simpan di Baitul Mal. Saya cukup naik kendaran ini saja (hewan tunggangan).”

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan