Gerakan Revolusi Hijau Lahan Wakaf Produktif Dukung Emisi Nol Bersih
Tim langit 7
Rabu, 02 Agustus 2023 - 22:00 WIB
Majelis Lingkungan Hidup (MLH) memanfaatkan lahan wakaf produktif Muhammadiyah melakukan gerakan revolusi hijau
Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH) memanfaatkan lahan wakaf produktif Muhammadiyah melakukan gerakan revolusi hijau. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk meraih emisi nol bersih pada 2060.
Lokasi tempat pengaplikasian tersebut di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi yang menggandeng PT. Agri Karbon Nusantara membuktikan tekad mereka dalam mendorong transformasi sektor pertanian yang berkelanjutan.
Momen penting ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari Ahad (30/7/2023), yang menetapkan Lahan Wakaf PCM Cileungsi di Desa Sodong sebagai lahan percobaan penanaman kedelai menggunakan teknologi biochar.
Bidang Pemberdayaan Masyarakat MLH PP Muhammadiyah, Hidayat Tri, menekankan pentingnya pendidikan formal dalam inisiatif ini. Inisiatif ini menawarkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan.
Baca juga:Gus Yahya Yakin R20 ASEAN Akan Berpengaruh di KTT ASEAN
“PCM Cileungsi, dengan AUM yang mencakup berbagai institusi pendidikan seperti PAUD/TK ABA, SMPM, SMAM, SMKM, dan Sekolah Tinggi Teknik Muhammadiyah, merupakan sasaran strategis dalam upaya menciptakan generasi penerus yang proaktif dalam mengatasi perubahan iklim,” ujarnya.
Dewan Pakar MLH PP Muhammadiyah, Hanafi Guciano, sebagai inisiator dan fasilitator dari kerjasama antara PCM Cileungsi dan PT Agro Karbon Nusantara, menekankan pentingnya inisiatif ini. Menurutnya, Muhammadiyah yang dianugerahi sumber daya melimpah termasuk lahan wakaf yang belum produktif, harus mengambil langkah proaktif seperti ini.
Lokasi tempat pengaplikasian tersebut di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi yang menggandeng PT. Agri Karbon Nusantara membuktikan tekad mereka dalam mendorong transformasi sektor pertanian yang berkelanjutan.
Momen penting ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari Ahad (30/7/2023), yang menetapkan Lahan Wakaf PCM Cileungsi di Desa Sodong sebagai lahan percobaan penanaman kedelai menggunakan teknologi biochar.
Bidang Pemberdayaan Masyarakat MLH PP Muhammadiyah, Hidayat Tri, menekankan pentingnya pendidikan formal dalam inisiatif ini. Inisiatif ini menawarkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan.
Baca juga:Gus Yahya Yakin R20 ASEAN Akan Berpengaruh di KTT ASEAN
“PCM Cileungsi, dengan AUM yang mencakup berbagai institusi pendidikan seperti PAUD/TK ABA, SMPM, SMAM, SMKM, dan Sekolah Tinggi Teknik Muhammadiyah, merupakan sasaran strategis dalam upaya menciptakan generasi penerus yang proaktif dalam mengatasi perubahan iklim,” ujarnya.
Dewan Pakar MLH PP Muhammadiyah, Hanafi Guciano, sebagai inisiator dan fasilitator dari kerjasama antara PCM Cileungsi dan PT Agro Karbon Nusantara, menekankan pentingnya inisiatif ini. Menurutnya, Muhammadiyah yang dianugerahi sumber daya melimpah termasuk lahan wakaf yang belum produktif, harus mengambil langkah proaktif seperti ini.