Guru Besar Al-Azhar Kairo Sampaikan Nilai-Nilai Aswaja di Al-Hikam Depok
Tim langit 7
Kamis, 03 Agustus 2023 - 22:45 WIB
Pesantren Al-Hikam Depok mengadakan seminar mengundang Guru Besar Jurusan Tafsir Universitas Al-Azhar, Kairo dan penulis kitab Asyariyyun Ana, Syekh Salim Abu Ashi Al-Azhari Al-Hanafi
Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat menggelar Seminar Internasional untuk memperkuat paham keaswajaan, Selasa (1/8/2023). Seminar tersebut mengundang Guru Besar Jurusan Tafsir Universitas Al-Azhar, Kairo dan penulis kitab Asy'ariyyun Ana, Syekh Salim Abu 'Ashi Al-Azhari Al-Hanafi sebagai pemateri.
Seminar yang bertemakan Legasi Mazhab Imam Asy'ari dalam Penafsiran ini dihadiri para dosen, mahasiswa STKQ Al-Hikam, Pesma Al-Hikam, dan alumni Al-Azhar.
"Sebuah kehormatan bagi kami akan kedatangan Syekh Salim dalam acara ini. Acara ini kami adakan untuk menguatkan pemahaman kita Ahlussunnah wal Jamaah khususnya Asya'irah," kata Gus Yusron, Pengasuh Pesantren Al-Hikam dalam sambutannya.
Dalam paparannya, Syeikh Salim Abu 'Ashi menegaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama'ah terdiri dari dua golongan, yakni Asy'ariyah dan Maturidiyah. Keduanya menjadi mayoritas yang dianut umat Islam sekarang. Bahkan, semua ulama, sejak wafatnya Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi menganut pemikiran keduanya dalam hal akidah.
Lebih lanjut, Syekh Salim menggarisbawahi bahwa keduanya bukan mazhab baru. Justru, baginya Imam Asy'ari mengkompilasi apa yang telah diajarkan oleh Nabi, para sahabat, tabi'in, generasi sebelumnya menjadi sistematis dan metodologis.
"Hal yang perlu diperhatikan, bahwa keduanya (Imam Asy'ari dan Imam Maturidi) bukan penggagas mazhab baru. Mereka mengikuti jejak pendahulunya, merealisasikan apa yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah," terangnya mengutip NU Online.
Anggapan bahwa keduanya menjadi mazhab baru merupakan tuduhan yang sengaja dilontarkan oleh para musuh Islam guna meragukan sendiri akidahnya. Tuduhan tersebut bagi Syekh Salim adalah bentuk kekeliruan mereka sendiri dalam berpikir.
Seminar yang bertemakan Legasi Mazhab Imam Asy'ari dalam Penafsiran ini dihadiri para dosen, mahasiswa STKQ Al-Hikam, Pesma Al-Hikam, dan alumni Al-Azhar.
"Sebuah kehormatan bagi kami akan kedatangan Syekh Salim dalam acara ini. Acara ini kami adakan untuk menguatkan pemahaman kita Ahlussunnah wal Jamaah khususnya Asya'irah," kata Gus Yusron, Pengasuh Pesantren Al-Hikam dalam sambutannya.
Dalam paparannya, Syeikh Salim Abu 'Ashi menegaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama'ah terdiri dari dua golongan, yakni Asy'ariyah dan Maturidiyah. Keduanya menjadi mayoritas yang dianut umat Islam sekarang. Bahkan, semua ulama, sejak wafatnya Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi menganut pemikiran keduanya dalam hal akidah.
Lebih lanjut, Syekh Salim menggarisbawahi bahwa keduanya bukan mazhab baru. Justru, baginya Imam Asy'ari mengkompilasi apa yang telah diajarkan oleh Nabi, para sahabat, tabi'in, generasi sebelumnya menjadi sistematis dan metodologis.
"Hal yang perlu diperhatikan, bahwa keduanya (Imam Asy'ari dan Imam Maturidi) bukan penggagas mazhab baru. Mereka mengikuti jejak pendahulunya, merealisasikan apa yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah," terangnya mengutip NU Online.
Anggapan bahwa keduanya menjadi mazhab baru merupakan tuduhan yang sengaja dilontarkan oleh para musuh Islam guna meragukan sendiri akidahnya. Tuduhan tersebut bagi Syekh Salim adalah bentuk kekeliruan mereka sendiri dalam berpikir.