Nilai-Nilai Islam Bisa Diterapkan dalam Berhukum di Indonesia
Muhajirin
Senin, 07 Agustus 2023 - 14:00 WIB
Menkopolhukam, Mahfud MD (kanan).
Menko Polhukam RI, Prof Mohammad Mahfud MD, menjelaskan, banyak jalan menuju takwa, seperti halnya banyak jalan menuju kufur atau dosa. Sepanjang hiddup manusia, selalu ada tawaran untuk menempuh jalan takwa atau menempuh jalan dosa.
Semua itu tergantung manusia dalam mengelola nurani dan hawa nafsu. Ibarat berperang atau jihad, mengelola hawa nafsu mengandung dimensi defensif dan dimensi ofensif. Defensif artinya bertahan dari segala godaan yang memancing-mancing untuk berbuat dosa. Ofensif artinya berlaku aktif untuk berbuat kebajikan.
"Itulah sebabnya pada momentum yang sangat bersejarah ketika ummat Islam memenangi Perang Badar, Nabi bersabda bahwa jihad fisik seperti Perang Badar itu hanya perang kecil (jihad ashghar) sedangkan perang yang paling besar (jihad akbar) adalah perang melawan hawa nafsu, yakni, perang untuk selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan dosa," kata Mahfud saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (7/8/2023).
Atas dasar itu, jihad tidak bisa diartikan hanya semata-mata sebagai perang fisik melawan musuh. Jihad harus diartikan sebagai “Semua jenis perbuatan yang dilakukan untuk berbuat kebaikan di bumi dan bermafaat bagi masyarakat dan ummat manusia, apa pun agama dan warna kulitnya”.
"Di antara perintah Allah untuk mewujudkan taqwa itu adalah berbuat adil terhadap sesama manusia," ujar Mahfud.
Baca juga:Lirik Ya Lal Wathan Bermakna Nasionalisme yang Lahir dari Semangat Pesantren
Secara teori, perdebatan tentang keadilan tidak pernahhabis. Tapi secara sederhana, menurut Mahfud, keadilan adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan hak dan upayanya dengan dasar kemanusiaan.
Semua itu tergantung manusia dalam mengelola nurani dan hawa nafsu. Ibarat berperang atau jihad, mengelola hawa nafsu mengandung dimensi defensif dan dimensi ofensif. Defensif artinya bertahan dari segala godaan yang memancing-mancing untuk berbuat dosa. Ofensif artinya berlaku aktif untuk berbuat kebajikan.
"Itulah sebabnya pada momentum yang sangat bersejarah ketika ummat Islam memenangi Perang Badar, Nabi bersabda bahwa jihad fisik seperti Perang Badar itu hanya perang kecil (jihad ashghar) sedangkan perang yang paling besar (jihad akbar) adalah perang melawan hawa nafsu, yakni, perang untuk selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan dosa," kata Mahfud saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (7/8/2023).
Atas dasar itu, jihad tidak bisa diartikan hanya semata-mata sebagai perang fisik melawan musuh. Jihad harus diartikan sebagai “Semua jenis perbuatan yang dilakukan untuk berbuat kebaikan di bumi dan bermafaat bagi masyarakat dan ummat manusia, apa pun agama dan warna kulitnya”.
"Di antara perintah Allah untuk mewujudkan taqwa itu adalah berbuat adil terhadap sesama manusia," ujar Mahfud.
Baca juga:Lirik Ya Lal Wathan Bermakna Nasionalisme yang Lahir dari Semangat Pesantren
Secara teori, perdebatan tentang keadilan tidak pernahhabis. Tapi secara sederhana, menurut Mahfud, keadilan adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan hak dan upayanya dengan dasar kemanusiaan.