home masjid

Shalat yang Khusyuk Bentuk Karakter Seorang Muslim

Senin, 14 Agustus 2023 - 18:00 WIB
ilustrasi
Ketua PWNU DKI Jakarta, KH. Samsul Ma’arif, mengungkapkan, shalat lima waktu yang menjadi spiritualitas dapat dilihat dari sikap yang efektif menggunakan waktu.

Seorang muslim tidak mau waktunya berlalu sia-sia, karena yakin waktu merupakan nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia.

Shalat adalah kebersihan. Shalat seseorang tidak diterima jika tidak diawali dengan bersuci. Hikmahnya, orang yang akan sukses adalah orang yang sangat cinta dengan hidup bersih. Artinya, orang yang shalatnya menjadi nilai spiritual akan selalu berusaha lahir dan batinnya selalu bersih.

"Hal inilah yang menjadikan manusia mulia dihadapan Allah SWT, karena nilai ketakwaaanya itu. Salah satu ciri orang yang bertakwa ialah mereka yang menegakkan shalat," ujar Samsul saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (14/8/2023).

Dalam Al-Qur'an, Allah menyebut kegiatan shalat bukan dengan kalimat “mengerjakan shalat” melainkan “menegakkan shalat” (iqamah al-shalah). Ada berbagai derivasi dari kata iqamah itu, seperti yuqimuna alshalah, aqamu al-shalah, aqimu al-shalah dalam beberapa bentuk kata kerja.

"Yang idenya ialah bahwa shalat itu tidak cukup dikerjakan tetapi ditegakkan. Perintah itu bukan berbunyi 'kerjakanlah shalat' atau 'bersalatlah kamu', tetapi 'tegakkanlah shalat'," tutur Samsul.

Baca juga:Gaya Baru Pernikahan, Calon Pengantin Berwakaf Uang Keabadian Cinta
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
shalat muslim karakter
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya