Hakikat dan Makna Kemerdekaan dalam Al-Qur'an, Bebas Jalankan Hak
Muhajirin
Senin, 14 Agustus 2023 - 23:00 WIB
ilustrasi
Dalam bahasa Arab, kemerdekaan berarti al-istiqlal. Dalam KBBI, kemerdekaan bermakna keadaan berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya) atau kebebasan.
Padanan kata bebas dalam bahasa Arab disebut juga al-hurr, dengan bentuk verbalnya kebebasan adalah al-hurriyah. Ibnu 'Asyur dalam kitab Maqasid al-Syari'ah al-Islamiyah memaknai al-hurriyah dengan dua makna.
Pertama, kemerdekaan bermakna lawan kata dari perbudakan. Kedua, makna metaforis dari makna pertama, yakni kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dan urusannya sesuka hatinya tanpa ada tekanan.
Menurut Ibn Asyur, ada beberapa aspek kemerdekaan dan kebebasan yang dikehendaki syariat Islam. Di antaranya kebebasan untuk berkeyakinan (hurriyah al-'i'tiqad), kebebasan berpendapat dan bersuara (hurriyah al-aqwal). Termasuk di dalamnya kebebasan untuk belajar, mengajar, dan berkarya (hurriyah al-'ilmi wa al-ta'lim wa al'ta'lif), lalu kebebasan bekerja dan berwirausaha (hurriyah al-'amal).
Mengutip laman MUI, Al-Qur'an tidak secara tersurat menyebutkan kata kemerdekaan. Namun, secara tersirat setidaknya ada beberapa ayat yang berbicara tentang kemerdekaan.
Baca juga:Masjid Syekh Karim al Makhdum Bukti Syiar Islam di Filipina
Pertama, makna kemerdekaan pada kisah perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS dalam mencari Tuhan. Hal itu termaktub dalam Surah Al-An'am ayat 76-79. Perjalanan spiritual itu merupakan upaya Nabi Ibrahim untuk membebaskan hidupnya dari keyakinan yang diyakininya keliru, yaitu keyakinan nenek moyangnya menyembah berhala.
Padanan kata bebas dalam bahasa Arab disebut juga al-hurr, dengan bentuk verbalnya kebebasan adalah al-hurriyah. Ibnu 'Asyur dalam kitab Maqasid al-Syari'ah al-Islamiyah memaknai al-hurriyah dengan dua makna.
Pertama, kemerdekaan bermakna lawan kata dari perbudakan. Kedua, makna metaforis dari makna pertama, yakni kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dan urusannya sesuka hatinya tanpa ada tekanan.
Menurut Ibn Asyur, ada beberapa aspek kemerdekaan dan kebebasan yang dikehendaki syariat Islam. Di antaranya kebebasan untuk berkeyakinan (hurriyah al-'i'tiqad), kebebasan berpendapat dan bersuara (hurriyah al-aqwal). Termasuk di dalamnya kebebasan untuk belajar, mengajar, dan berkarya (hurriyah al-'ilmi wa al-ta'lim wa al'ta'lif), lalu kebebasan bekerja dan berwirausaha (hurriyah al-'amal).
Mengutip laman MUI, Al-Qur'an tidak secara tersurat menyebutkan kata kemerdekaan. Namun, secara tersirat setidaknya ada beberapa ayat yang berbicara tentang kemerdekaan.
Baca juga:Masjid Syekh Karim al Makhdum Bukti Syiar Islam di Filipina
Pertama, makna kemerdekaan pada kisah perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS dalam mencari Tuhan. Hal itu termaktub dalam Surah Al-An'am ayat 76-79. Perjalanan spiritual itu merupakan upaya Nabi Ibrahim untuk membebaskan hidupnya dari keyakinan yang diyakininya keliru, yaitu keyakinan nenek moyangnya menyembah berhala.