Meski Difabel Netra, Muslimah Ini Berhasil Jadi Sutradara Film
Tim langit 7
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 23:45 WIB
Aulia Rachmi Kurnia merupakan difabel netra yang berstatus mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM)
Namanya Aulia Rachmi Kurnia (24 tahun). Aulia merupakan difabel netra yang berstatus mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski tak mampu melihat warna-warni dunia, tapi dia mampu mendobrak keterbatasan fisik untuk meraih prestasi.
Dia mampu meraih sederet prestasi baik dalam bidang akademis maupun non-akademis. Pada 2022 lalu, dia berhasil diterima masuk UGM di Departemen Sastra Indonesia. Pada 2023, dia mensutradarai film pendek berjudul Masih Tanda Tanya yang tayang perdana pada Maret 2023 lalu. Film itu telah diputar di berbagai komunitas pencinta film Tanah Air.
Aulia sebenarnya seorang gadis yang terlahir normal. Namun saat berusia lima tahun, dia mengalami sakit parah sampai kehilangan pengelihatan. Hampir 20 tahun menjalani hidup tanpa bisa menikmati indahnya dunia yang penuh warna. Tapi, dia mampu memberikan warna bagi dunia lewat karya.
Bagi penyandang disabilitas netra, menjadi sutradara film bukan hal mudah. Sebagai sutradara, dia memiliki beban besar agar film yang diproduksi bakal diminati penonton. Arahan tangannya menentukan para pemain agar berlakon sesuai karakter yang diperankan serta memastikan semua berjalan sesuai rencana dari awal hingga akhir produksi film.
Dia mengakui ada tantangan tersendiri dalam pembuatan film yang harus menggunakan bahasa visual. Kendati begitu, keterbatasan visual yang dimilikinya tak lantas membatasi langkahnya untuk berkarya. Di tengah keterbatasan itu ia bersyukur masih dikelilingi orang-orang baik yang percaya akan potensinya dan mendukung mensutradari film ini.
“Kesulitan ya pasti ada karena keterbatasan visual. Namun, sangat terbantu ada asisten sutradara yang bisa menjadi “mata” saya dan team work yang luar biasa selama produksi film,” kata Aulia melalui laman UGM, dikutip Sabtu (19/8/2023).
Masih Tanda Tanya merupakan film pertama yang disutradari Aulia. Film berdurasi 40 menit ini berkisah tentang sepasang kekasih. Pihak laki-laki merupakan penyandang disabilitas netra. Di tengah perbedaan fisik ini, cinta keduanya di uji dengan orang ketiga.
Dia mampu meraih sederet prestasi baik dalam bidang akademis maupun non-akademis. Pada 2022 lalu, dia berhasil diterima masuk UGM di Departemen Sastra Indonesia. Pada 2023, dia mensutradarai film pendek berjudul Masih Tanda Tanya yang tayang perdana pada Maret 2023 lalu. Film itu telah diputar di berbagai komunitas pencinta film Tanah Air.
Aulia sebenarnya seorang gadis yang terlahir normal. Namun saat berusia lima tahun, dia mengalami sakit parah sampai kehilangan pengelihatan. Hampir 20 tahun menjalani hidup tanpa bisa menikmati indahnya dunia yang penuh warna. Tapi, dia mampu memberikan warna bagi dunia lewat karya.
Bagi penyandang disabilitas netra, menjadi sutradara film bukan hal mudah. Sebagai sutradara, dia memiliki beban besar agar film yang diproduksi bakal diminati penonton. Arahan tangannya menentukan para pemain agar berlakon sesuai karakter yang diperankan serta memastikan semua berjalan sesuai rencana dari awal hingga akhir produksi film.
Dia mengakui ada tantangan tersendiri dalam pembuatan film yang harus menggunakan bahasa visual. Kendati begitu, keterbatasan visual yang dimilikinya tak lantas membatasi langkahnya untuk berkarya. Di tengah keterbatasan itu ia bersyukur masih dikelilingi orang-orang baik yang percaya akan potensinya dan mendukung mensutradari film ini.
“Kesulitan ya pasti ada karena keterbatasan visual. Namun, sangat terbantu ada asisten sutradara yang bisa menjadi “mata” saya dan team work yang luar biasa selama produksi film,” kata Aulia melalui laman UGM, dikutip Sabtu (19/8/2023).
Masih Tanda Tanya merupakan film pertama yang disutradari Aulia. Film berdurasi 40 menit ini berkisah tentang sepasang kekasih. Pihak laki-laki merupakan penyandang disabilitas netra. Di tengah perbedaan fisik ini, cinta keduanya di uji dengan orang ketiga.