Persis Solo Ingin Ulang Kejayaan 15 Tahun Silam
Arif purniawan
Senin, 30 Agustus 2021 - 17:38 WIB
Persis Solo berambisi tembus Liga 1 dengan memboyong pemain bintang. (foto: instagram/ @ferdinand17sinaga)
CEO Persis Solo Kaesang Pengarep berambisi membawa Persis promosi ke Liga 1 2022 mendatang. Laskar Sambernyawa ingin mengulang sukses seperti tahun 2006, yang berhasil promosi ke Divisi Utama setelah finis diperingkat ke-2 Divisi 1.
Persis harus mengakui kehebatan Persebaya Surabaya setelah dipaksa takluk dengan skor 2-0 di Stadion Brawijaya, Kediri Jawa Timur.
Kala itu kompetisi Divisi Utama, menjadi kasta tertinggi Liga Indonesia. Pada musim berikutnya di Divisi Utama 2007, Persis hanya mampu finis di posisi ke-11, dari 18 tim yang berlaga di wilayah Timur. Kemudian pada 2008, lagi-lagi Persis Solo hanya bisa bertahan di Divisi Utama, karena finis di peringkat 11 di Grup 2.
Pada musim berikutnya, tim yang berada di peringkat 1, 2 dan 3 berhasil lolos ke Indonesia Super Liga (ISL), sedangkan peringkat keempat akan menjalani partai playoff dengan tim yang berada di peringkat 15. ISL 2009 diikuti oleh 18 tim.
Baca juga:PT LIB Rilis Jadwal Susulan, PSIS vs Persela Digelar 4 September
Sejak saat itu, Persis belum pernah sekalipun bermain di kasta tertinggi, termasuk ketika ISL diubah menjadi Liga 1 dan Divisi Utama, diganti Liga 2. Prestasi Persis mentok hanya sampai 8 besar di kompetisi Liga 2 musim 2017. Pada musim 2018 finis di posisi ke-5 wilayah Barat dan musim 2019 finis di posisi ke-5 wilayah Timur.
Persis harus mengakui kehebatan Persebaya Surabaya setelah dipaksa takluk dengan skor 2-0 di Stadion Brawijaya, Kediri Jawa Timur.
Kala itu kompetisi Divisi Utama, menjadi kasta tertinggi Liga Indonesia. Pada musim berikutnya di Divisi Utama 2007, Persis hanya mampu finis di posisi ke-11, dari 18 tim yang berlaga di wilayah Timur. Kemudian pada 2008, lagi-lagi Persis Solo hanya bisa bertahan di Divisi Utama, karena finis di peringkat 11 di Grup 2.
Pada musim berikutnya, tim yang berada di peringkat 1, 2 dan 3 berhasil lolos ke Indonesia Super Liga (ISL), sedangkan peringkat keempat akan menjalani partai playoff dengan tim yang berada di peringkat 15. ISL 2009 diikuti oleh 18 tim.
Baca juga:PT LIB Rilis Jadwal Susulan, PSIS vs Persela Digelar 4 September
Sejak saat itu, Persis belum pernah sekalipun bermain di kasta tertinggi, termasuk ketika ISL diubah menjadi Liga 1 dan Divisi Utama, diganti Liga 2. Prestasi Persis mentok hanya sampai 8 besar di kompetisi Liga 2 musim 2017. Pada musim 2018 finis di posisi ke-5 wilayah Barat dan musim 2019 finis di posisi ke-5 wilayah Timur.