Ekonomi Digital ASEAN Capai 2 Triliun Dolar di 2030
Tim langit 7
Kamis, 24 Agustus 2023 - 21:42 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksi mampu meningkat dua kali lipat mencapai dua triliun dolar AS pada 2030. Hal tersebut karena adanya Digital Economic Framework Agreement (DEFA)
Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam simposium "Digital Economy and Sustainibility" di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
"Dengan adanya Digital Economic Framework Agreement ini diharapkan angkanya menjadi double, menjadi dua triliun dolar AS di tahun 2030," kata Menko Airlangga.
Sebelum adanya DEFA, katanya, ekonomi digital ASEAN diprediksi tumbuh senilai 330 miliar dolar AS pada 2025, hingga satu triliun dolar AS pada 2030.
DEFA merupakan kerangka kerja sama yang menyediakan peta jalan (roadmap) komprehensif untuk memberdayakan dunia usaha dan pemangku kepentingan (stakeholder) di kawasan ASEAN, melalui percepatan pertumbuhan perdagangan, peningkatan interoperabilitas, penciptaan lingkungan digital yang aman, serta peningkatan partisipasi UMKM.
Menko Airlangga menjelaskan 40 persen dari total nilai ekonomi digital ASEAN saat ini berasal dari Indonesia. Oleh karena itu, dengan adanya DEFA, ekonomi digital Indonesia juga diperkirakan akan ikut tumbuh mencapai 400 miliar dolar AS pada 2030 mendatang.
Dari segi bruto barang dagang atau gross mechandise value (GMV) tahun 2022, ASEAN mencatatkan GMV sebesar 194 miliar dolar AS, meningkat 90 persen sejak tahun 2019.
Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam simposium "Digital Economy and Sustainibility" di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
"Dengan adanya Digital Economic Framework Agreement ini diharapkan angkanya menjadi double, menjadi dua triliun dolar AS di tahun 2030," kata Menko Airlangga.
Sebelum adanya DEFA, katanya, ekonomi digital ASEAN diprediksi tumbuh senilai 330 miliar dolar AS pada 2025, hingga satu triliun dolar AS pada 2030.
DEFA merupakan kerangka kerja sama yang menyediakan peta jalan (roadmap) komprehensif untuk memberdayakan dunia usaha dan pemangku kepentingan (stakeholder) di kawasan ASEAN, melalui percepatan pertumbuhan perdagangan, peningkatan interoperabilitas, penciptaan lingkungan digital yang aman, serta peningkatan partisipasi UMKM.
Menko Airlangga menjelaskan 40 persen dari total nilai ekonomi digital ASEAN saat ini berasal dari Indonesia. Oleh karena itu, dengan adanya DEFA, ekonomi digital Indonesia juga diperkirakan akan ikut tumbuh mencapai 400 miliar dolar AS pada 2030 mendatang.
Dari segi bruto barang dagang atau gross mechandise value (GMV) tahun 2022, ASEAN mencatatkan GMV sebesar 194 miliar dolar AS, meningkat 90 persen sejak tahun 2019.