Viral Video Lagu Anak Bermuatan LGBT, Psikolog: Akibat Kurang Perhatian
Muhajirin
Senin, 28 Agustus 2023 - 21:15 WIB
ilustrasi
Baru-baru ini ramai lagu anak berjudul "Saat Kecelakaan Terjadi" di kanal YouTube Lellobee berbahasa Indonesia diduga mengandung unsur Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Adapun potongan lirik yang viral dalam video yakni "papa dan ayahku siap bantu". Istilah 'papa dan ayahku' diduga netizen merujuk pada pasangan LGBT dan merupakan keluarga si anak.
Dalam ajaran Islam, LGBT merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan. Ajaran Islam sudah jelas hitam dan putih dalam menyikapi perilaku LGBT. Namun saat ini perilaku menyimpang tersebut justru mulai mendapat lampu hijau dari beberapa golongan masyarakat lain di berbagai belahan dunia.
Maka itu, hal terpenting untuk diperhatikan saat ini adalah cara mencegah perilaku menyimpang tersebut. Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ati Kusmawati, mengatakan, perilaku LGBT dapat menular dan bisa tumbuh dalam diri siapapun.
Baca juga:Resmikan LRT Jabodebek, Jokowi Minta Masyarakat Beralih ke Transportasi Massal
Ati menceritakan salah seorang klien konselingnya yang secara fisik tidak kelihatan memiliki perilaku LGBT. Klien tersebut bercerita tentang hal yang menjadi faktor pemicu timbulnya perasaan tidak normal yang mengarah pada perilaku LGBT.
Setelah beberapa konseling, Ati mendapati anak tersebut kurang mendapat perhatian dari keluarga. Hingga pada akhirnya dia menemukan perhatian lain dari teman sesama jenis. Dari situ, dia menyimpulkan pelaku LGBT adalah orang-orang yang kurang perhatian.
Adapun potongan lirik yang viral dalam video yakni "papa dan ayahku siap bantu". Istilah 'papa dan ayahku' diduga netizen merujuk pada pasangan LGBT dan merupakan keluarga si anak.
Dalam ajaran Islam, LGBT merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan. Ajaran Islam sudah jelas hitam dan putih dalam menyikapi perilaku LGBT. Namun saat ini perilaku menyimpang tersebut justru mulai mendapat lampu hijau dari beberapa golongan masyarakat lain di berbagai belahan dunia.
Maka itu, hal terpenting untuk diperhatikan saat ini adalah cara mencegah perilaku menyimpang tersebut. Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ati Kusmawati, mengatakan, perilaku LGBT dapat menular dan bisa tumbuh dalam diri siapapun.
Baca juga:Resmikan LRT Jabodebek, Jokowi Minta Masyarakat Beralih ke Transportasi Massal
Ati menceritakan salah seorang klien konselingnya yang secara fisik tidak kelihatan memiliki perilaku LGBT. Klien tersebut bercerita tentang hal yang menjadi faktor pemicu timbulnya perasaan tidak normal yang mengarah pada perilaku LGBT.
Setelah beberapa konseling, Ati mendapati anak tersebut kurang mendapat perhatian dari keluarga. Hingga pada akhirnya dia menemukan perhatian lain dari teman sesama jenis. Dari situ, dia menyimpulkan pelaku LGBT adalah orang-orang yang kurang perhatian.