Suhu Politik Jelang 2024 Makin Dinamis, PBNU Keluarkan Imbauan Ini
Tim langit 7
Ahad, 03 September 2023 - 05:00 WIB
PBNU mengeluarkan imbauan kepada masyarakat menjelang pilpres 2024.Foto/ist
Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga stabilitas menuju proses pemilihan umum 2024. Imbauan ini disampaikan dalam upaya memastikan bahwa proses demokrasi berjalan lancar dan tanpa melahirkan konflik yang mengganggu.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, aktor politik merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam kelangsungan proses pemilu.
“Pertama-tama, saya ingin sampaikan yang paling bertanggung jawab apakah pemilu itu nanti berjalan dengan baik atau tidak adalah aktor-aktor politik. Bagaimana kelakuan mereka di dalam berkompetisi, itu yang paling menentukan,” ungkap Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat pada Sabtu, (2/9/2023).
Baca juga:Istikharah Kiai Jadi Petunjuk Cak Imin Terima Tawaran Cawapres
Hal ini, menurutnya, harus menjadi kesadaran semua orang bahwa keutuhan bangsa dan negara adalah nomor satu, terlepas dari segala macam kompetisi persaingan dan sebagainya.
“Dan saya kira rakyat harus menjadikan ini juga sebagai tolak ukur. kalau ada aktor yang main rusak-rusakan ya, jangan dipilih, begitu saja,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu.
Gus Yahya menambahkan, poin selanjutnya yang perlu diingat adalah meningkatkan kesadaran bahwa pemilu merupakan salah satu instrumen dan prosedur dalam demokrasi. Ini adalah mekanisme di mana rakyat mengungkapkan pandangan politik dan memilih pemimpin yang akan mewakili kepentingan rakyat.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, aktor politik merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam kelangsungan proses pemilu.
“Pertama-tama, saya ingin sampaikan yang paling bertanggung jawab apakah pemilu itu nanti berjalan dengan baik atau tidak adalah aktor-aktor politik. Bagaimana kelakuan mereka di dalam berkompetisi, itu yang paling menentukan,” ungkap Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat pada Sabtu, (2/9/2023).
Baca juga:Istikharah Kiai Jadi Petunjuk Cak Imin Terima Tawaran Cawapres
Hal ini, menurutnya, harus menjadi kesadaran semua orang bahwa keutuhan bangsa dan negara adalah nomor satu, terlepas dari segala macam kompetisi persaingan dan sebagainya.
“Dan saya kira rakyat harus menjadikan ini juga sebagai tolak ukur. kalau ada aktor yang main rusak-rusakan ya, jangan dipilih, begitu saja,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu.
Gus Yahya menambahkan, poin selanjutnya yang perlu diingat adalah meningkatkan kesadaran bahwa pemilu merupakan salah satu instrumen dan prosedur dalam demokrasi. Ini adalah mekanisme di mana rakyat mengungkapkan pandangan politik dan memilih pemimpin yang akan mewakili kepentingan rakyat.