Peringatan Haedar Nashir pada Elit Kekuasaan: Godaannya Banyak
Tim langit 7
Senin, 11 September 2023 - 07:00 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto/dok
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir merasa heran dengan narapidana yang keluar dari Lapas Sukamiskin masih bisa tersenyum-senyum.
Menurutnya, mendekam di Lapas Sukamiskin merupakan bagian dari peringatan yang sangat berat dari Tuhan. Menurut puncak karir kekuasaan – kesuksesan seringkali orang akan terpeleset.
“Maka hati-hati kalau sukses, karena di saat sukses godaannya banyak. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sampai bangsa dan negara,” ungkap Haedar di acara Unoad Bersyukur, Ahad (10/9/2023).
Baca juga:Gempa Maroko Tewaskan 2.000 Orang Lebih, MUI Sampaikan Belasungkawa
Dalam hematnya, jika sumber daya alam Indonesia dikelola dengan bijak dan baik akan menjadikan negara ini maju. Melimpahnya sumber daya dan suburnya tanah Indonesia, Koes Plus menggambarkan dengan syari “Tongkat Kayu Jadi Tanaman”.
Mengajak belajar dari sejarah Indonesia yang dibuat jatuh-bangun oleh penjajah, Haedar Nashir ingatkan elit negeri untuk bersyukur dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki Indonesia dengan baik.
“Jangan sampai amanat yang besar dari pusat sampai bawah, kemudian lupa, yang muncul hanyalah kekuasaan untuk kekuasaan, kekuasaan untuk materi. Padahal kekuasaan dan materi nyaris tidak ada gunanya, jika itu tidak membawa kemaslahatan,” ungkap Haedar.
Menurutnya, mendekam di Lapas Sukamiskin merupakan bagian dari peringatan yang sangat berat dari Tuhan. Menurut puncak karir kekuasaan – kesuksesan seringkali orang akan terpeleset.
“Maka hati-hati kalau sukses, karena di saat sukses godaannya banyak. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sampai bangsa dan negara,” ungkap Haedar di acara Unoad Bersyukur, Ahad (10/9/2023).
Baca juga:Gempa Maroko Tewaskan 2.000 Orang Lebih, MUI Sampaikan Belasungkawa
Dalam hematnya, jika sumber daya alam Indonesia dikelola dengan bijak dan baik akan menjadikan negara ini maju. Melimpahnya sumber daya dan suburnya tanah Indonesia, Koes Plus menggambarkan dengan syari “Tongkat Kayu Jadi Tanaman”.
Mengajak belajar dari sejarah Indonesia yang dibuat jatuh-bangun oleh penjajah, Haedar Nashir ingatkan elit negeri untuk bersyukur dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki Indonesia dengan baik.
“Jangan sampai amanat yang besar dari pusat sampai bawah, kemudian lupa, yang muncul hanyalah kekuasaan untuk kekuasaan, kekuasaan untuk materi. Padahal kekuasaan dan materi nyaris tidak ada gunanya, jika itu tidak membawa kemaslahatan,” ungkap Haedar.