Hidayat Nur Wahid: Jangan Sekali-Kali Hilangkan Jasa Para Ulama
Muhajirin
Senin, 11 September 2023 - 21:00 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid .
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta masyarakat Indonesia sekali-kali tidak melupakan jasa para ulama. Hal itu dia sampaikan saat dikukuhkan sebagai penasehat pengurus daerah Muhammadiyah Jakarta Selata periode 2022-2027 di Auditorium Masjid Al Huda Muhammadiyah, Tebet, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan itu, HNW menyampaikan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan budaya Muhammadiyah. Apalagi, kata dia, budaya Muhammadiyah sudah bersejarah memberikan solusi, mengkoreksi, menyelamatkan bangsa, dan menghadirkan pencerahan untuk kemajuan umat, bangsa dan negara.
Menurut dia, budaya tersebut masih relevan dan perlu dilakukan sebagai aktualisasi penyebutan Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dan kesaksian (Darul 'Ahdi wasy Syahadah).
"Dengan menyegarkan ungkapan selain 'Jas Merah' tapi juga 'Jas Hijau' (Jangan Sekali Sekali Menghilangkan Jasa Para Ulama)," kata HNW melalui keterangan pers di Jakarta, Senin (11/9/2023).
Dia menjelaskan, para ulama telah memberikan keteladanan dalam perjuangan memajukan umat bangsa dan negara dalam bingkai Pancasila dan NKRI. Itulah bagian dari budaya yang perlu untuk disegarkan.
"Umat Islam, dan Muhammadiyah, di dalamnya tampil menjadi bagian yang menyelamatkan bangsa, menghadirkan solusi, dan terus membawa harapan yang tidak pernah padam," ucap HNW.
Hidayat menyebut nama tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo. Ketua PB Muhammadiyah sekaligus anggota PPKI ini dinilai menyelamatkan Indonesia ketika ada tuntutan dari Indonesia Timur yang ingin keluar dari Indonesia karena adanya Piagam Jakarta.
Dalam kesempatan itu, HNW menyampaikan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan budaya Muhammadiyah. Apalagi, kata dia, budaya Muhammadiyah sudah bersejarah memberikan solusi, mengkoreksi, menyelamatkan bangsa, dan menghadirkan pencerahan untuk kemajuan umat, bangsa dan negara.
Menurut dia, budaya tersebut masih relevan dan perlu dilakukan sebagai aktualisasi penyebutan Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dan kesaksian (Darul 'Ahdi wasy Syahadah).
"Dengan menyegarkan ungkapan selain 'Jas Merah' tapi juga 'Jas Hijau' (Jangan Sekali Sekali Menghilangkan Jasa Para Ulama)," kata HNW melalui keterangan pers di Jakarta, Senin (11/9/2023).
Dia menjelaskan, para ulama telah memberikan keteladanan dalam perjuangan memajukan umat bangsa dan negara dalam bingkai Pancasila dan NKRI. Itulah bagian dari budaya yang perlu untuk disegarkan.
"Umat Islam, dan Muhammadiyah, di dalamnya tampil menjadi bagian yang menyelamatkan bangsa, menghadirkan solusi, dan terus membawa harapan yang tidak pernah padam," ucap HNW.
Hidayat menyebut nama tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo. Ketua PB Muhammadiyah sekaligus anggota PPKI ini dinilai menyelamatkan Indonesia ketika ada tuntutan dari Indonesia Timur yang ingin keluar dari Indonesia karena adanya Piagam Jakarta.