Tak Sekadar Basa-Basi, Ini Makna Mendalam Berjabat Tangan dan Bersalaman
Muhajirin
Selasa, 12 September 2023 - 17:00 WIB
Jabat tangan mempunyai makna mendalam, tidak sekadar basa basi.Foto/ilustrasi
Berjabat tangan dan bersalaman merupakan aktivitas yang seolah-olah sederhana, tapi sebenarnya memiliki makna dan hikmah yang mendalam. ketulusan dan penghormatan dalam berjabat tangan dan makna mendalam dalam berjabat tangan sangat penting.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menjelaskan, berjabat tangan merupakan tindakan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah." (HR Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Berjabat tangan bukan sekadar formalitas kosong. Berjabat tangan mencerminkan ketulusan dalam bersahabat dan menunjukkan penghargaan kepada sahabat atau kawan. Dalam konteks ini, ketulusan adalah kunci.
"Ketika kita merasa dekat dengan Allah dan tulus dalam berjabatan tangan, kita akan mendapat keberkahan," kata Buya Yahya saat menyampaikan ceramah melalui saluran Al Bahjah TV, dikutip Selasa (12/9/2023).
Baca juga:Profil Pesantren Al Kasyaf Bandung: Bangun Ekonomi Umat Berbasis Zakat dan Wakaf
Namun, tindakan berjabat tangan tidak hanya berhenti pada ketulusan. Buya Yahya juga menekankan pentingnya penghormatan dalam berjabatan tangan. Banyak orang dengan cepat mencabut tangannya setelah bersalaman. Tetapi sejatinya, ketika seseorang menghormati sahabatnya dengan menahan jabatan tangan untuk beberapa saat, itu adalah tanda penghormatan yang tulus.
Selain ketulusan dan penghormatan, Buya Yahya juga menekankan tata krama dan akhlak harus hadir dalam setiap aspek persahabatan. Ketika seseorang bersahabat dalam berbagai bentuk, seperti dalam perusahaan dengan rekan kerja atau dalam rumah tangga dengan pasangan, makna persahabatan harus ada.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menjelaskan, berjabat tangan merupakan tindakan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah." (HR Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Berjabat tangan bukan sekadar formalitas kosong. Berjabat tangan mencerminkan ketulusan dalam bersahabat dan menunjukkan penghargaan kepada sahabat atau kawan. Dalam konteks ini, ketulusan adalah kunci.
"Ketika kita merasa dekat dengan Allah dan tulus dalam berjabatan tangan, kita akan mendapat keberkahan," kata Buya Yahya saat menyampaikan ceramah melalui saluran Al Bahjah TV, dikutip Selasa (12/9/2023).
Baca juga:Profil Pesantren Al Kasyaf Bandung: Bangun Ekonomi Umat Berbasis Zakat dan Wakaf
Namun, tindakan berjabat tangan tidak hanya berhenti pada ketulusan. Buya Yahya juga menekankan pentingnya penghormatan dalam berjabatan tangan. Banyak orang dengan cepat mencabut tangannya setelah bersalaman. Tetapi sejatinya, ketika seseorang menghormati sahabatnya dengan menahan jabatan tangan untuk beberapa saat, itu adalah tanda penghormatan yang tulus.
Selain ketulusan dan penghormatan, Buya Yahya juga menekankan tata krama dan akhlak harus hadir dalam setiap aspek persahabatan. Ketika seseorang bersahabat dalam berbagai bentuk, seperti dalam perusahaan dengan rekan kerja atau dalam rumah tangga dengan pasangan, makna persahabatan harus ada.