Perjuangan Muslimah Prancis, Iklan Pesepakbola Berhijab Tuai Banyak Pujian
Tim langit 7
Sabtu, 16 September 2023 - 12:21 WIB
Sebuah iklan dari perusahaan kosmetik multinasional Sephora secara terang-terangan menampilkan para pesepakbola muslimah yang mengenakan jilbab.
Sebuah iklan dari perusahaan kosmetik multinasional Sephora secara terang-terangan menampilkan para pesepakbola muslimah yang mengenakan jilbab. Hal itu telah memicu kemarahan dari kelompok-kelompok sayap kanan di Prancis. Di sisi lain, iklan tersebut menuai banyak pujian karena menyampaikan pesan inklusi dan representasi yang positif.
Video tersebut menampilkan wawancara dengan Les Hijabeuses, sekelompok pesepakbola muda berhijab asal Prancis yang memperjuangkan hak mereka untuk mengenakan jilbab saat bertanding.
"Para wanita ini adalah tentang melampaui diri sendiri, semangat tim, semangat juang dan inklusi. Kami mengikuti mereka, mulai dari rutinitas kecantikan hingga ke lapangan sepak bola," demikian bunyi keterangan video tersebut dalam bahasa Prancis, dikutip Islam Channel, Sabtu (16/9/2023).
Tidak mengherankan jika iklan tersebut telah menciptakan badai dengan arus utama dan sayap kanan, kombinasi yang sering kali bekerja sama melawan Muslim di Prancis.
Mereka mengklaim iklan tersebut mempromosikan "Islamisasi Prancis", beberapa kritikus menyerukan boikot terhadap Sephora di media sosial.
"Sephora mempromosikan jilbab, padahal jilbab dilarang dalam olahraga. Sungguh memalukan!" tulis anggota parlemen Nicolas Dupont-Aignan di platform media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter.
Kehebohan ini terjadi hanya beberapa hari setelah keputusan Prancis untuk melarang siswa mengenakan abaya di sekolah-sekolah negeri menuai kecaman dari kelompok-kelompok Muslim dan organisasi-organisasi hak asasi manusia. Pada hari pertama tahun ajaran baru, hampir 300 siswi dilarang masuk sekolah karena dianggap mengenakan abaya.
Video tersebut menampilkan wawancara dengan Les Hijabeuses, sekelompok pesepakbola muda berhijab asal Prancis yang memperjuangkan hak mereka untuk mengenakan jilbab saat bertanding.
"Para wanita ini adalah tentang melampaui diri sendiri, semangat tim, semangat juang dan inklusi. Kami mengikuti mereka, mulai dari rutinitas kecantikan hingga ke lapangan sepak bola," demikian bunyi keterangan video tersebut dalam bahasa Prancis, dikutip Islam Channel, Sabtu (16/9/2023).
Tidak mengherankan jika iklan tersebut telah menciptakan badai dengan arus utama dan sayap kanan, kombinasi yang sering kali bekerja sama melawan Muslim di Prancis.
Mereka mengklaim iklan tersebut mempromosikan "Islamisasi Prancis", beberapa kritikus menyerukan boikot terhadap Sephora di media sosial.
"Sephora mempromosikan jilbab, padahal jilbab dilarang dalam olahraga. Sungguh memalukan!" tulis anggota parlemen Nicolas Dupont-Aignan di platform media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter.
Kehebohan ini terjadi hanya beberapa hari setelah keputusan Prancis untuk melarang siswa mengenakan abaya di sekolah-sekolah negeri menuai kecaman dari kelompok-kelompok Muslim dan organisasi-organisasi hak asasi manusia. Pada hari pertama tahun ajaran baru, hampir 300 siswi dilarang masuk sekolah karena dianggap mengenakan abaya.