home global news

Tak Berpolitik Praktis, Sarbumusi Berharap Gerakan Buruh Makin Solid

Rabu, 27 September 2023 - 23:45 WIB
ilustrasi
Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) genap berusia 68 tahun pada 27 September 2023 hari ini. Sarbumusi kembali menegaskan posisinya yang tidak akan terlibat pada politik praktis dukung-mendukung dalam pemilihan umum (pemilu) 2024.

Sebagai organisasi buruh besar dan tertua di Indonesia yang masih hidup hingga kini, Sarbumusi berharap gerakan buruh tidak tercerai berai dan terfragmentasi karena urusan non-buruh. Terutama saat ini merupakan tahun-tahun politik.

"Sarbumusi secara kelembagaan tidak akan berpolitik praktis karena sebagai serikat buruh, politik Sarbumusi adalah politik perburuhan," tegas Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) K-Sarbumusi Irham Ali Saifuddin kepada NU Online, Rabu (27/9/2023).

Ia juga mengharapkan adanya soliditas pada gerakan buruh sehingga memiliki daya tawar tinggi pada setiap perumusan kebijakan. Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, menurut Irham, adalah sebuah kecolongan bagi gerakan buruh.

"Sarbumusi berharap gerakan buruh semakin kuat dan solid sehingga memiliki daya tawar yang digdaya dalam setiap kali reformulasi kebijakan. Tidak boleh kecolongan lagi sebagaimana peristiwa diundangkannya Omnibus Cipta Kerja," tutur Irham.

Dia mengatakan, saat ini akan fokus pada isu-isu kesejahteraan buruh, terutama bagi para anggota Sarbumusi. Berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan itu.

"Selain menggalakkan koperasi-koperasi buruh, Sarbumusi juga akan fokus pada perluasan cakupan jaminan sosial yang lebih inklusif dan aksesibel," ucap pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, pada 23 Maret 1977 itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sarbumusi buruh politik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya