Begini Gaya Hidup Halal dalam Islam
Muhajirin
Rabu, 04 Oktober 2023 - 10:00 WIB
ilustrasi
Halal dan haram sudah melekat erat dalam kehidupan sehari-hari. Anjuran mengonsumsi dan menjalankan segala sesuatu yang halal sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Begitupun menjauhi perkaran haram merupakan perintah yang harus dipatuhi.
Zaman semakin berkembang, kian banyak varian bisnis yang berlandaskan hukum dan prinsip Islam. Meski terlihat mengedepankan unsur religius, tapi implementasi bisnis bersifat universal dan dapat diterapkan pada siapapun. Hal ini juga yang membua tren bisnis halal dalam tren gaya hidup halal (halal lifestyle).
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).
Pimpinan AQL Islamic Centrer, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, ayat memuat perintah memakan makanan halal lagi baik. Ayat itu pun melarang manusia terjerumus ke tindakan yang mengikuti setan, karena bisa menjerumuskan pada kedurhakaan pada Allah SWT.
Baca juga:10 Tips Didik Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW
Masalah halal dan haram merupakan batasan-batasan Allah SWT bagi manusia sebagai bentuk ujian keimanan dan penghambaan diri kepada-Nya. Dalam menyikapi perintah Allah SWT ini, sebagian umat Islam tidak lagi memperdulikan aspek halal dan haram, karena sudah dikuasai oleh hawa nafsu.
Zaman semakin berkembang, kian banyak varian bisnis yang berlandaskan hukum dan prinsip Islam. Meski terlihat mengedepankan unsur religius, tapi implementasi bisnis bersifat universal dan dapat diterapkan pada siapapun. Hal ini juga yang membua tren bisnis halal dalam tren gaya hidup halal (halal lifestyle).
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).
Pimpinan AQL Islamic Centrer, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, ayat memuat perintah memakan makanan halal lagi baik. Ayat itu pun melarang manusia terjerumus ke tindakan yang mengikuti setan, karena bisa menjerumuskan pada kedurhakaan pada Allah SWT.
Baca juga:10 Tips Didik Anak Mencintai Nabi Muhammad SAW
Masalah halal dan haram merupakan batasan-batasan Allah SWT bagi manusia sebagai bentuk ujian keimanan dan penghambaan diri kepada-Nya. Dalam menyikapi perintah Allah SWT ini, sebagian umat Islam tidak lagi memperdulikan aspek halal dan haram, karena sudah dikuasai oleh hawa nafsu.